Singapura Terapkan Kecerdasan Buatan di Semua Imigrasi 2025

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengoperasikan mesin check-in mandiri di Terminal 4 Bandar Udara Changi, Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 bandara Changi menghadirkan sistem Fast and Seamless Travel (FAST) atau sistem pelayanan mandiri untuk para pengguna maskapai yang akan berangkat ataupun yang tiba di terminal 4 Bandar Udara Changi. TEMPO/Fardi Bestari

    Pengunjung mengoperasikan mesin check-in mandiri di Terminal 4 Bandar Udara Changi, Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 bandara Changi menghadirkan sistem Fast and Seamless Travel (FAST) atau sistem pelayanan mandiri untuk para pengguna maskapai yang akan berangkat ataupun yang tiba di terminal 4 Bandar Udara Changi. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua tempat pemeriksaan imigrasi Singapura secara otomatis melakukan cetak sidik jari dan pindai wajah mulai tahun 2025, sehubungan Singapura menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

    Singapura pada Rabu, 13 November 2019 mengumumkan pengamanan perbatasan menjadi satu dari 5 proyek utama AI nasional. Adapun 4 proyek AI lainnya menurut Smart Nation and Digital Government Office, diterapkan di bidang logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan dan manajemen perumahan.

    5 proyek kecerdasan buatan dipilih karena dengan cepat dapat memberikan hasil dan berdampak pada sosial dan ekonomi.

    Penggunaan teknologi kecerdasana buatan selain akan mempercepat proses pemeriksaan para pengunjung di imigrasi, juga mengurangi kesalahan manusia dan membuat petugas bekerja lebih fokus pada peningkatan nilai kerja bagi pengunjung yang membutuhkan pengawasan lebih.

    Singapura juga telah membangun kantor untuk program AI yang berada di bawah Smart Nation and Digital Government Office.

    Singapura telah menggelontorkan 500 juta dollar Singapura untuk teknologi digital termasuk kecerdasan buatan berdasarkan rencana rencana Riset, Inovasi, dan Perusahaan 2020. Singapura juga akan melatih 25 ribu profesional dalam pengkodean dan implementasi AI pada tahun 2025.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.