Mahathir Mohamad Minta Diberi Waktu Selesaikan Masalah Malaysia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendesak masyarakat agar memberikan pemerintahan koalisi Pakatan Harapan waktu lima tahun untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi Malaysia. Sekarang ini, Malaysia sedang melakukan yang terbaik dalam menangani seluruh ‘penyakit’ yang disisakan pemerintahan sebelumnya.

    “Upaya ini akan memakan waktu, khususnya ketika masuk dalam usaha membangkitkan lagi perekonomian. Kami ingin sekali lagi Malaysia menjadi macan Asia,” kata Mahathir, seperti dikutip dari asiaone.com, Jumat, 15 November 2019.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dalam ASEAN Leaders Gathering di sela-sela rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    Mahathir yang merupakan ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia, mengatakan koalisi Pakatan Harapan akan melakukan yang terbaik dalam memenuhi janji-janji kampanyenya kepada seluruh masyarakat Malaysia. Dia berharap para kandidat anggota parlemen dari Pakatan Harapan bisa mendapatkan dukungan masyarakat sehingga pemerintahannya bisa terus mengembangkan program-program dalam konstituensi.   

    Menurut Mahathir, Malaysia adalah sebuah negara damai yang tidak akan terdampak oleh unjuk rasa seperti negara-negara lain. Ucapan Mahathir itu mengacu pada kondisi yang tengah terjadi di Hong Kong, Timur Tengah dan Amerika Latin, yang sekarang sedang terjadi gelombang unjuk rasa melawan pemerintah. 

    “Beruntung sekali insiden seperti itu (unjuk rasa) tidak terjadi di sini,” kata Mahathir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.