Korea Utara Menyerang Joe Biden Secara Pribadi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Barack Obama mengalungkan Medali Kepresidenan pada wakilnya, Joe Biden di Gedung Putih, Washington, AS, 12 Januari 2017. Obama memberikan Medali Kebebasan pada Biden sebagai bentuk penghargaan sipil tertinggi di negara itu.  AP Photo/Susan Walsh

    Presiden AS, Barack Obama mengalungkan Medali Kepresidenan pada wakilnya, Joe Biden di Gedung Putih, Washington, AS, 12 Januari 2017. Obama memberikan Medali Kebebasan pada Biden sebagai bentuk penghargaan sipil tertinggi di negara itu. AP Photo/Susan Walsh

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara pada Jumat, 15 November 2019, melakukan penyerangan secara personal pada mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Serangan Pyongyang itu dipublikasi kantor berita KCNA dengan menyebut Biden adalah seekor anjing yang harus disuntik mati. 

    Biden adalah kandidat Presiden Amerika Serikat dalam pemilu 2020 dari Partai Demokrat. KCNA dalam pemberitaannya tidak menjelaskan bagaimana Biden telah menghina Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Biden diketahui pernah mengkritisi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengatakan Trump memanjakan diktator pembunuh.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengendarai kuda saat salju turun di Gunung Paektu, Korea Utara, 16 Oktober 2019. KCNA via REUTERS

    KCNA dalam pemberitaannya menyebut, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat itu telah memperlihatkan tanda-tanda penderita demensia stadium akhir dan sudah saatnya bagi Biden pergi dari kehidupan ini. Demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. 

    “Orang seperti itu punya keberanian untuk memenggal martabat Pemimpin Korea Utara. Anjing sakit seperti Biden bisa melukai banyak orang jika anjing itu dibiarkan lari. Anjing itu harus dipukul sampai mati dengan tongkat, sebelum terlambat,” tulis KCNA, seperti dikutip reuters.com.

    Sebelumnya pada Mei 2019, Korea Utara menyebut Biden dungu karena telah mengkritik Kim Jong Un. Presiden Trump pun mendukung penyerangan pribadi pada Biden oleh Pyongyang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.