Kisah Jeanine Anez Angkat Diri Sendiri Jadi Presiden Bolivia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota senat BoliviIa dari partai oposisi, Jeanine Anez mengangkat dirinya jadi presidens setelah Evo Morale, presiden yang dikudeta pekan lalu, terbang ke Meksiko. [CNN]

    Anggota senat BoliviIa dari partai oposisi, Jeanine Anez mengangkat dirinya jadi presidens setelah Evo Morale, presiden yang dikudeta pekan lalu, terbang ke Meksiko. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanya berselang beberapa hari setelah Evo Morales mengundurkan diri sebagai presiden Bolivia, senator Jeanine Anez mengangkat dirinya sebagai presiden.

    Anez, 52 tahun mengklaim tindakannya itu tidak bertentangan dengan konstitusi. Pemerintahan tidak boleh vakum setelah Morales dan wakilnya mengundurkan diri.

    Mundurnya Morales dan wakilnya, menjadikan Anez sebagai pejabat tertinggi di pemerintahan Bolivia saat ini.

    Menurut laporan Deutsche Welle, Anez merupakan politisi dari partai Gerakan Sosial Demokrasi, partai oposisi di pemerintahan Morales. Anez menjabat sebagai senator sejak tahun 2010.

    Pengangkatan Anez sebagai presiden tanpa dihadiri partai politik pendukung Morales di parlemen dan tanpa memenuhi korum sesuai konstitusi Bolivia.

    Anez mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden dengan dihadiri militer, polisi serta partai pendukungnya.

    Saat berpidato, Anez mengatakan dirinya berencana menggelar pemilu baru sesegera mungkin sehingga pemerintahan di Bolivia tidak vakum setelah pengunduran diri Morales.

    Meski Anez mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden, namun sejumlah negara besar anti Morales memberikan selamat dan mengakui kepemimpinan Anez seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Brasil.

    "Kami menyambut penunjukan Anez dan menyampaikan niatnya untuk mengadakan pemilu segera. Pemilu bebas dan adil akan membangun kembali demokrasi bagi rakyat Bolivia," kata Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris kepada Jeanine Anez.

    Menurut Morales, manuver penunjukan Anez mengkonfirmasi bahwa dia dikudeta. Morales menuding OAS , Organization of American States terlibat dalam penjatuhan dirinya dari kursi presiden setelah 14 tahun berkuasa.

    OAS lah yang menyatakan hasil pemilu pada Oktober lalu penuh kecurangan sehingga Morales memenangkan pemilu.

    "OAS melayani kerajaan Amerika Utara. Kami menang pemilu dan mereka mencurinya dari kami," kata Evo Morales dari Meksiko. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.