Tak Manusiawi, Perawat di Klinik Hewan Singapura Dihujat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua perawat di klinik perawatan hewan dihujat karena salah dalam memperlakukan hewan yang menjadi pasien mereka. Sumber: screengrab/Instagram/asiaone.com

    Dua perawat di klinik perawatan hewan dihujat karena salah dalam memperlakukan hewan yang menjadi pasien mereka. Sumber: screengrab/Instagram/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Klinik perawat hewan Ohana VetCare di Pasir Ris, Singapura, dihujat oleh natizen setelah beredar serangkaian rekaman video yang memperlihatkan dua perawat hewan disana salah menangani hewan-hewan yang menjadi pasien di klinik itu. Rekaman video itu viral di Facebook dan Instagram. 

    Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 14 November 2019, video itu aslinya direkam dan diunggah ke Instagram oleh dua perawat itu sendiri. Kendati rekaman video itu sudah dihapus bersama dengan akun mereka, namun unggahan tersebut sudah terlanjur viral dan menuai kemarahan para pengguna media sosial.    

    Dalam salah satu rekaman video terlihat dua perawat hewan yang tidak dipublikasi identitasnya menjadikan sebuah testis anjing sebagai mainan. Salah satu perawat bahkan ada yang memainkannya seperti lempar permainan sulap. 

    Video lain memperlihatkan salah satu perawat bertepuk tangan dengan keras di samping telinga seekor kucing yang telinganya baru saja dibersihkan karena mengalami sebuah infeksi. Tindakan perawat itu seperti mengolok-olok hewan tersebut.  

    Di rekaman video yang lain, dua perawat mereka sedang memegang skortum seekor kelinci sambi tertawa. Menyusul derasnya kecaman publik, Ohana VetCare akhirnya mempublikasi dua pernyataan di laman Facebook mereka. 

    Dalam penjelasannya, pemilik Ohana VetCare  mengatakan dua perawat yang muncul di video itu masih usia muda dan belum dewasa sehingga itu alas an mereka melakukan tindakan tersebut. Ohana VetCare tidak akan memecat mereka, namun akan memberikan tindakan pendisiplinan. Namun penjelasan itu kemudian dihapus dan diganti dengan keterangan kalau dua perawat tersebut sudah dibekukan dari tugasnya. 

    Banyak komentar yang menyebut dua perawat hewan itu sungguh tidak etis dan tidak profesional. Mereka pun mengutarakan kekecewaan cara mereka menangani hewan-hewan di klinik itu. Beberapa natizen ada pula yang menyoroti kebersihan klinik perawatan hewan itu karena bagaimana mungkin mereka memegang testis hewan dengan tangan telanjang dan mempertanyakan apakah klinik sudah disterilkan dengan sepatutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.