Kesulitan Bernapas, Ternyata Ada Gigi Tumbuh di dalam Hidung

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zhang kehilangan gigi saat berusia 10 tahun karena kecelakaan.[Pear Video/Metro.co.uk]

    Zhang kehilangan gigi saat berusia 10 tahun karena kecelakaan.[Pear Video/Metro.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Cina mengaku terkejut ketika mengetahui ada gigi tumbuh di lubang hidungnya.

    Zhang Binsheng, 30 tahun, memutuskan mencari perawatan medis setelah kesulitan bernapas selama tiga bulan, lapor media Cina, seperti dikutip dari Metro.co.uk, 13 November 2019.

    Dia mengatakan kepada petugas medis bahwa dia kesulitan tidur di malam hari dan juga mencium bau busuk di lubang hidungnya.

    Dokter menyarankannya untuk menjalani rontgen, di mana dokter mendapati sesuatu di belakang rongga hidungnya.

    Zhang terkejut ketika petugas medis menjelaskan bahwa itu adalah giginya yang telah lama hilang.

    Gigi itu telah keluar dari mulutnya ketika ia jatuh dari lantai tiga sebuah mal pada usia 10 tahun, dan entah bagaimana tumbuh di hidungnya.

    Zhang Binsheng, 30 tahun, pergi ke rumah sakit karena hidung tersumbat.[Pear Video/Metro.co.uk]

    Dokter Guo Longmei, di Rumah Sakit Fourth Affiliated Hospital of Harbin Medical University, di Harbin, Cina, mengatakan karena gigi itu milik Zhang, hidungnya tidak menolaknya sebagai 'benda asing'.

    Gigi, yang berukuran 1 cm, telah dikeluarkan dari hidung Zhang selama operasi 30 menit minggu lalu. Zhang dikabarkan telah pulih dengan baik.

    Gigi yang tumbuh di hidung merupakan fenomena langka, dengan kurang dari 0,1% dari populasi yang mengalaminya.

    Kasus ini dikenal sebagai gigi retensi intranasal, dapat juga disebabkan oleh kerusakan fisik pada wajah, atau masalah pertumbuhan lain.

    Tercatat ada 23 kasus gigi yang tumbuh di hidung menurut jurnal medis antara tahun 1959 dan 2008.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.