Tewas karena Swafoto, Keluarga di Cina Salahkan Pengelola

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deng, tewas saat sedang swafoto di gunung Huashan, Cina, pada Oktober 2019. Sumber: Pear Video/asiaone.com

    Deng, tewas saat sedang swafoto di gunung Huashan, Cina, pada Oktober 2019. Sumber: Pear Video/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga di Cina dengan nama marga Deng, menyalahkan pihak pengelola gunung Taman Nasional Huashan atas kematian putri mereka pada Oktober lalu. Korban yang masih berstatus mahasiswi di sebuah universitas di Cina, tewas terjatuh saat swafoto di Gunung Huashan.

    Dikutip dari asiaone.com, Rabu, 13 November 2019, Gunung Huashan terkenal dengan tebing-tebingnya dan jalur mendaki yang cukup curam. Gunung ini sangat terkenal di Cina, dimana lokasinya di wilayah utara Provinsi Shaanxi.

    Keluarga korban mengklaim pagar yang dipasang di gunung itu tidak memadai. Sedangkan pihak Taman Nasional Huashan mengatakan korban bertanggung jawab atas tindakannya sendiri karena dia sudah berusia dewasa.    

    Korban dengan nama marga Deng, dikenal suka mengunggah swafoto saat sedang mendaki gunung Huashan bersama teman-teman sekelasnya. Dia diketahui hilang tiba-tiba. Pihak Universitas memberitahu kepolisian sehari setelah dia gagal dihubungi. Pihak kampus pun mengabarkan kalau Deng, hilang. 

    Polisi mengevaluasi rekaman CCTV dan mengkonfirmasi kalau Deng jatuh dari area barat gunung. Seorang petugas dengan nama marga Liu, mengatakan di zona turis Deng telah mengabaikan peringatan keamanan. Dua petugas yang berada dekat area itu telah memperingatkan para turis akan risiko yang mungkin terjadi.     

    “Kami memiliki bukti kalau kami telah memenuhi kewajiban untuk memastikan keamanan para turis,” kata Liu. 

    Otoritas gunung Huashan sudah setuju memberikan keluarga Deng uang kemanusiaan 40 ribu yuan. Namun pihak keluarga tetap merasa pihak pengelola harus bertanggung jawab atas kematian putri mereka yang masih muda.

    “Pihak manajemen berkeras mereka tidak bertanggung jawab atas kematian ini. Mereka mengatakan putri saya sudah dewasa dan kematiannya disebabkan perilaku swafoto yang dilakukannya,” kata Yang, ibu Deng.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.