Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Nikki Haley Pernah Diajak untuk Jatuhkan Donald Trump

image-gnews
"Melemahkan seorang presiden adalah hal yang sangat berbahaya, dan itu bertentangan dengan Konstitusi dan itu bertentangan dengan apa yang orang Amerika inginkan," kata Nikki R. Haley kepada seorang pewawancara. [Samuel Corum/The New York Times]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Duta Besar PBB Nikki Haley mengungkapkan dalam memoarnya bahwa dia menolak ikut dalam upaya melemahkan Presiden Donald Trump.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan mantan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly berusaha merekrut Nikki Haley untuk melemahkan Presiden Donald Trump dalam upaya untuk menyelamatkan negara, menurut laporan The Washington Post, dikutip dari CNN, 11 November 2019.

Dua mantan anggota kabinet tersebut meminta bantuan Haley dalam upaya mereka untuk menumbangkan Presiden tetapi dia menolak, tulis Haley.

The Washington Post memperoleh salinan bukunya, berjudul With All Due Respect sebelum rilis Selasa.

"Kelly dan Tillerson mengaku pada saya bahwa ketika mereka melawan Presiden, mereka tidak bersikap tidak patuh, mereka berusaha menyelamatkan negara," tulis Haley.

Pada satu titik, Haley menulis bahwa Tillerson juga mengatakan orang-orangnya akan mati jika Trump tidak diawasi. Namun, Haley mengatakan dia mendukung sebagian besar keputusan kebijakan luar negeri Trump yang dilakukan orang lain di Gedung Putih untuk memblokir atau memperlambat, menurut The Washington Post.

Haley menyebut upaya Tillerson dan Kelly untuk menumbangkan Presiden dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Minggu di "CBS Sunday Morning."

"Seharusnya, katakan pada Presiden apa perbedaan Anda dan berhenti jika Anda tidak suka apa yang dia lakukan," katanya. "Melemahkan Presiden benar-benar hal yang sangat berbahaya. Dan itu bertentangan dengan Konstitusi dan itu bertentangan dengan apa yang diinginkan orang Amerika. Itu ofensif."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tillerson tidak menanggapi permintaan komentar dan Kelly menolak berkomentar secara rinci kepada The Washington Post. Gedung Putih juga belum memberikan komentar terkait tulisan Haley.

Dubes As untuk PBB, Nikki Haley. REUTERS/Brendan McDermid

Trump menulis di Twitter untuk dukungannya terhadap buku Haley dan berharap dirinya sukses, serta meminta pengikutnya untuk memesan salinan atau menghadiri tur bukunya.

Dalam bukunya, Haley menggambarkan beberapa perselisihan di Gedung Putih seputar strategi kebijakan luar negeri. Dalam satu interaksi, Haley merinci pertikaian Oval Office atas sarannya untuk menahan dana untuk badan PBB yang mendukung Palestina. Kelly dan Tillerson menentang langkah itu, sementara Haley mendapat dukungan dari menantu Trump, Jared Kushner.

Haley menggambarkan ketidaksepakatannya dengan Trump mengenai penanganan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada Juli 2018, serta komentar Trump pada 2017 di mana dia mengatakan dia menampilkan "kesetaraan moral" dalam menanggapi pawai nasionalis kulit putih di Charlottesville, Virginia.

Dalam memoarnya, Haley juga membahas skandal Ukraina yang semakin meningkat yang menyebabkan penyelidikan pemakzulan Trump di Dewan Perwakilan Rakyat. Meskipun Nikki Haley menolak upaya Demokrat untuk memakzulkan Donald Trump, dia menentang langkah Trump untuk meminta bantuan pemerintah asing dalam penyelidikan politik.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Top 3 Dunia: Donald Trump Ingatkan Israel Soal Gaza hingga Netanyahu Ngambek

1 hari lalu

Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump pada  malam pemilihan pendahuluan presiden New Hampshire, di Nashua, New Hampshire, AS, 23 Januari 2024. REUTERS/Mike Segar
Top 3 Dunia: Donald Trump Ingatkan Israel Soal Gaza hingga Netanyahu Ngambek

Berita Top 3 Dunia pada Selasa 26 Maret 2024 diawali oleh mantan presiden AS Donald Trump memperingatkan warga Israel soal Gaza


Trump Minta Israel Akhiri Perang di Gaza, Ini Alasannya

2 hari lalu

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan setelah pidato Trump di Museum Israel di Yerusalem 23 Mei 2017. [REUTERS / Ronen Zvulun / File Foto]
Trump Minta Israel Akhiri Perang di Gaza, Ini Alasannya

Sebagai sekutu paling loyal, Donald Trump memperingatkan Israel untuk mengakhiri perangnya di Gaza.


Blinken dan Biden Ucapkan Selamat kepada Prabowo, Apa Artinya untuk Hubungan Indonesia-AS?

7 hari lalu

Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menyampaikan pidato seusai penetapan sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kertanegara, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2024. KPU menetapkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pemilu 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Blinken dan Biden Ucapkan Selamat kepada Prabowo, Apa Artinya untuk Hubungan Indonesia-AS?

Diplomat top AS, Antony Blinken, baru mengucapkan selamat kepada Prabowo setelah hasil resmi KPU diumumkan.


Top 3 Dunia; Donald Trump Optimis Bisa Menangkan Pemilu Presiden

10 hari lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Top 3 Dunia; Donald Trump Optimis Bisa Menangkan Pemilu Presiden

Top 3 dunia, Donald Trump yang sangat percaya diri bisa memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat sampai menyampaikan kalimat sesumbar.


Joe Biden Meledek Mental Donald Trump Tak Cocok Jadi Presiden

10 hari lalu

Pendukung Presiden AS Donald Trump berunjuk rasa menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Tokyo, Jepang 20 Januari 2021. [REUTERS / Issei Kato]
Joe Biden Meledek Mental Donald Trump Tak Cocok Jadi Presiden

Joe Biden meledek Donald Trump dengan menyebutnya sudah tua dan tak cocok mentalnya untuk menjadi presiden Amerika Serikat


Donald Trump Sebut Tak Akan Ada Pemilu Lagi Jika Ia Kalah

11 hari lalu

Presiden AS Donald Trump meniup lilin ulang tahunnya saat makan siang bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, di Singapura, Senin, 11 Juni 2018. Kejutan kue ulang tahun tersebut diberikan oleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Ministry of Communications and Information Singapore via AP
Donald Trump Sebut Tak Akan Ada Pemilu Lagi Jika Ia Kalah

Donald Trump memprediksi akhir dari pemilu di AS jika ia kalah dari Joe Biden pada November mendatang.


Anatomi Persaingan Sengit Trump Biden di Super Tuesday Menuju Bertarung di Pilpres

14 hari lalu

Foto kombinasi Joe Biden dan Donald Trump. REUTERS/Mark Makela dan Tom Brenner
Anatomi Persaingan Sengit Trump Biden di Super Tuesday Menuju Bertarung di Pilpres

Hasil dari kontes di negara bagian Georgia, Mississippi dan Washington tidak pernah diragukan lagi menyodorkan pertarungan ulang Trump Biden.


Sah, Biden Vs Trump di Pilpres AS Bakal Terulang Lagi!

14 hari lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara dengan seorang ajudan selama sesi pembukaan Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris, Senin, 1 November 2021. Kondisi kebugaran Biden (78 tahun) sebagai presiden kerap menjadi bulan-bulanan para kritikus, termasuk rivalnya, Donald Trump. Erin Schaff/Pool via REUTERS
Sah, Biden Vs Trump di Pilpres AS Bakal Terulang Lagi!

Dalam pilpres AS tahun ini, Biden vs Trump akan kembali terulang dalam memperebutkan suara rakyat Amerika.


Jajak Pendapat: Warga Israel Lebih Memilih Donald Trump daripada Joe Biden

14 hari lalu

Foto kombinasi Joe Biden dan Donald Trump. REUTERS/Jonathan Ernst
Jajak Pendapat: Warga Israel Lebih Memilih Donald Trump daripada Joe Biden

Jajak pendapat Channel 12 menemukan 44 persen warga Israel lebih memilih mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump dibandingkan Joe Biden untuk kembali ke Gedung Putih.


Trump Bakal Hentikan Dana ke Ukraina Jika Terpilih Jadi Presiden

16 hari lalu

Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump menghadiri rapat umum di Reno, Nevada, AS 17 Desember 2023. REUTERS/Carlos Barria
Trump Bakal Hentikan Dana ke Ukraina Jika Terpilih Jadi Presiden

Donald Trump menyatakan kepada sekutunya bahwa dia akan menghentian bantuan dana dari AS ke Ukraina.