Anwar Minta Jaminan Keselamatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang berlindung di kedutaan besar Turki di Kuala Lumpur karena menerima ancaman mati dan tuduhan sodomi, menyatakan tak akan meninggalkan kedutaan hingga pemerintah Malaysia memberi jaminan keamanan."Saya perlu jaminan keselamatan. Anda tahu saya sebelumnya pernah diserang hingga hampir mati," kata Anwar merujuk pada pemukulan yang diterimanya setelah dipecat dari jabatan wakil perdana menteri dan dituduh melakukan pelecehan seksual serta tuduhan korupsi.Jika pemerintah memberikan jaminan keamanan, kata Anwar, dia pasti segera akan meninggalkan kedutaan. Anwar masuk ke dalam kedutaan itu kemarin setelah diundang duta besar Turki karena ia merasa ketakutan atas keselamatan jiwanya. "Ada dua alasan mengapa saya memutuskan datang ke kedutaan, bukan cuma karena keselamatan pribadi saya, tapi juga untuk stabilitas negara," katanya. Anwar khawatir jika ditangkap, pendukungnya akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran.Anwar meminta para pendukungnya untuk tenang namun siaga. "Cukup sudah, kita harus melawannya," ujar Anwar. Menurutnya, tuduhan sodomi yang dilaporkan stafnya pada polisi bertujuan menjegal dirinya. Anwar sebentar lagi akan mengikuti pemilihan umum sela untuk kembali ke parlemen, yang akan membuka jalan baginya meraih jabatan perdana menteri. "Ini tujuan mereka. Anda tahu kami akan mengumumkan pemilihan sela pekan ini. Saya akan mengikutinya, polisi tahu itu," ujarnya.AFP|JULI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.