Presiden Argentina Tuding Presiden Bolivia Evo Morales Dikudeta

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Bolivia Evo Morales menyaksikan latihan militer Bolivia di Patacamaya, La Paz, Bolivia, 14 November 2016. Enzo de Luca/Courtesy of Bolivia Presidency/Handout via Reuters

    Presiden Bolivia Evo Morales menyaksikan latihan militer Bolivia di Patacamaya, La Paz, Bolivia, 14 November 2016. Enzo de Luca/Courtesy of Bolivia Presidency/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Buenos Aires – Presiden terpilih Argentina, Alberto Fernandez, mengatakan terjadi kudeta terhadap Presiden Bolivia, Evo Morales, pada Senin, 11 November 2019.

    Ini terkait pengumuman pengunduran diri Morales, yang juga mengatakan ada upaya kudeta terhadap dirinya, pada Senin ini.

    “Masalah institusi di Bolivia tidak bisa diterima. Rakyat Bolivia harus memilih secepatnya dalam pemilihan yang bebas dan terbuka untuk membentuk pemerintahan berikutnya,” kata Fernandez lewat Twitter seperti dilansir Reuters pada Senin, 11 November 2019.

    Secara terpisah, media Buenos Aires Times melansir Presiden Evo Morales sebenarnya telah menyerukan pemilu baru digelar pada pada pidato Ahad malam.

    Namun, panglima Bolivia malah memintanya mundur untuk selamanya beberapa jam kemudian.

    Morales merupakan Presiden pertama dari suku di Bolivia. Dia telah menyiarkan pidato di televisi dan mengatakan akan menggelar pemilu baru setelah merombak Pengadilan Pemilu Agung atau Supreme Electoral Tribunal.

    Namun, Panglima militer Bolivia, Jenderal Williams Kaliman, mengatakan kepada media dia telah meminta Morales menyerahkan mandat sebagai Presiden.

    “Setelah menganalisis situasi konflik domestik, kami meminta Presiden Evo Morales untuk mundur dari mandat Presiden untuk mengizinkan perdamaian dan stabilitas untuk kebaikan Bolivia,” kata Kaliman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.