Kantor Pasang Foto Greta Thunberg untuk Kurangi Limbah Plastik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar Greta Thunberg digunakan untuk mencegah pekerja menggunakan plastik di kantor.[Yatir Kaaren via @Wix/Sky News]

    Gambar Greta Thunberg digunakan untuk mencegah pekerja menggunakan plastik di kantor.[Yatir Kaaren via @Wix/Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Foto-foto Greta Thunberg digunakan oleh beberapa orang di Israel untuk mempermalukan rekan-rekannya karena menggunakan peralatan makan dan minum plastik di kantor.

    Dikutip dari Sky News, 9 November 2019, gambar-gambar aktivis Swedia berusia 16 tahun terlihat di tempat kerja di Tel Aviv dan Yerusalem, menurut wartawan Haaretz Allison Kaplan Sommer.

    Tel Aviv baru-baru ini mengatakan akan meniadakan plastik sekali pakai di beberapa fasilitas penitipan anak.

    Salah satu gambar Greta Thunberg ditempatkan di atas cangkir diisi dengan alat makan sekali pakai dengan tulisan "Beraninya Kalian!", sebuah sindiran dalam pidatonya yang disampaikan pada KTT PBB di New York pada bulan September.

    Dia menerima pengakuan dunia karena melakukan perjalanan ke KTT dengan kapal layar setelah dia menolak terbang untuk membatasi emisi karbon.

    Namun Greta tampak diejek oleh Presiden AS Donald Trump, dengan tulisan sarkastik, "Sepertinya seorang gadis muda yang sangat bahagia menantikan masa depan yang cerah dan indah. Senang sekali melihatnya!"

    Greta membalas komentarnya dengan mengubah bio Twitter-nya menjadi, "Seorang gadis muda yang sangat bahagia menantikan masa depan yang cerah dan indah."

    Dia melakukan hal serupa dalam menanggapi kritik dari pemimpin Rusia, Vladimir Putin.

    Terinspirasi oleh protes mingguan Greta Thunberg di luar parlemen Swedia, jutaan orang turun ke jalan di seluruh dunia untuk menuntut pemerintah mengambil tindakan darurat terkait perubahan iklim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.