Kepolisian Hong Kong Kerahkan Robot Jinakkan Bom Rakitan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi antihuru hara mengangkat spanduk, di luar pusat perbelanjaan di Tai Po di Hong Kong, Cina 3 November 2019. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    Petugas polisi antihuru hara mengangkat spanduk, di luar pusat perbelanjaan di Tai Po di Hong Kong, Cina 3 November 2019. [REUTERS / Kim Kyung-Hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah robot kepolisian Hong Kong berusaha menjinakkan sebuah bom rakitan di distrik Kowloon, Mong Kok pada hari Jumat setelah setidaknya tiga ledakan terjadi di daerah tersebut, menurut laporan Reuters.

    Pada 20 Oktober kemarin, polisi Hong Kong juga mengerahkan robot penjinak bom di Tai Kok Tsui setelah benda mencurigakan ditemukan selama protes hari Minggu.

    Dikutip dari Hong Kong Free Press, sekitar pukul 18.20, robot yang dikendalikan dari jarak jauh diarahkan ke kotak kardus dengan kabel yang mencuat keluar. Suara keras terdengar ketika robot meledakkannya di persimpangan Jalan Tong Mi dan Jalan Lai Chi Kok. Tidak jelas apakah kotak itu berisi bom rakitan atau bukan.

    Sementara aksi nyala lilin digelar mengenang korban seorang mahasiswa yang meninggal pada hari Jumat setelah jatuh selama unjuk rasa pro demokrasi minggu ini, menurut laporan Reuters, 9 November 2019.

    Pengadilan Koroner akan memeriksa korban jiwa pertama dari cedera yang diderita selama operasi polisi di krisis protes Hong Kong yang sedang berlangsung dalam sidang terbuka, kata kepolisian pada hari Jumat, ketika didesak mengungkap kebenaran di balik kematian mahasiswa Chow Tsz-lok.

    Dikutip dari South China Morning Post, Chow, sarjana ilmu komputer tahun kedua di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, menderita cedera otak parah setelah ia jatuh dari tempat parkir pada Senin pagi di dekat daerah bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi. Dia meninggal pada hari Jumat pagi.

    Rumah Sakit Queen Elizabeth mengonfirmasi bahwa pemuda 22 tahun itu meninggal pada pukul 8.09 pagi dan mengatakan telah merujuk kasus itu ke Pengadilan Koroner.

    Kepolisian Hong Kong mengatakan mereka juga akan merekomendasikan pemeriksaan koroner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.