Konglomerat Bloomberg Bakal Hadapi Trump di Pilpres Amerika?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    TEMPO.COWashington – Bekas wali kota New York, Michael Bloomberg, mempertimbangkan untuk mengikuti proses seleksi calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat pada 2020 untuk melawan Presiden Donald Trump.

    Langkah salah satu orang kaya di Amerika ini bisa mengubah peta persaingan tiga bulan menjelang proses nominasi dibuka.

    “Mike semakin prihatin akan peta kandidat saat ini tidak cukup baik untuk mengalahkan Trump,” kata Howard Wolfson, juru bicara Bloomberg, dalam pernyataan seperti dilansir Reuters pada Jumat, 8 November 2019.

    Bloomberg adalah seorang konglomerat media dan filantropis, yang pernah menjadi wali kota selama tiga periode di kota terbesar AS, New York.

    Pengusaha dan politikus berusia 77 tahun ini bakal menyerahkan dokumen pencalonan untuk maju sebagai kandidat capres dari Partai Demokrat di Alabama.

    Saat ini, Partai Demokrat memiliki 17 kandidat dengan empat orang merupakan kandidat utama.

    Mereka adalah Senator Elizabeth Warren, Bernie sanders, bekas Wakil Presiden Joe Biden, dan Wali Kota Pete Buttigieg.

    Sedangkan Bloomberg, jika jadi maju, dikenal kerap mengangkat isu perubahan iklim dan tindak kekerasan bersenjata api.

    “Jika Mike maju, dia akan menjadi pilihan baru bagi Demokrat dengan rekam jejak pernah menjadi pemimpin di kota terbesar AS, membangun bisnis dari awal, dan menangani isu besar,” kata Wolfson.

    “Mike bakal mampu melawan Trump dan menang,” kata Wolfson.

    Soal ini, juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham, mengatakan Trump memiliki rekam jejak yang menunjukkan kinerjanya hebat. “Jadi tidak penting siapa yang maju melawannya, dia akan menang,” kata Grisham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.