Mahasiswa Hong Kong Tewas, Korban Pertama Demonstrasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paramedis merawat yang terluka di luar Cityplaza, Hong Kong, 3 November 2019.[Edmond So/South China Morning Post]

    Paramedis merawat yang terluka di luar Cityplaza, Hong Kong, 3 November 2019.[Edmond So/South China Morning Post]

    TEMPO.COHong Kong – Seorang mahasiswa dari sebuah universitas di Hong Kong meninggal dunia pada Jumat pagi, 8 November 2019, setelah terjatuh saat berdemonstrasi pada awal pekan ini.

    Alex Chow Tsz-lok, 22 tahun, merupakan mahasiswa ilmu komputer dari mahasiswa Hong Kong University of Science and Technology. Dia dibawa ke rumah sakit Queen Elizabeth Hospital pada Senin dan dinyatakan meninggal pada Jumat pukul 8.09 pagi tadi.

    Pihak universitas sedang menggelar upacara wisuda pada Jumat pagi. Pihak universitas menghentikan proses wisuda sejenak untuk mengumumkan kematian Chow sambil mengumumkan mengheningkan cipta.

    Channel News Asia melansir Chow ditemukan terluka setelah terjadi bentrokan polisi dan demonstran di distrik Tseung Kwan O. Dia sempat mengalami operasi dua kali untuk mengurangi pembengkakan di bagian kepala.

    Chow ditemukan terbaring dengan genangan darah di sebuah tempat parkir mobil, yang menjadi sasaran penembakan gas air mata oleh polisi. Ini terjadi setelah sejumlah demonstran melemparkan berbagai benda keras dari gedung itu ke arah petugas saat demonstrasi berlangsung.

    Warga Hong Kong berdemonstrasi, seperti dilansir Reuters, menuntut diterapkannya sistem demokrasi secara penuh agar bisa memilih pemimpinnya sendiri. Tuntutan ini melebar dari tuntutan awal agar pembahasan RUU Ekstradisi dihentikan, yang telah dipenuhi otoritas Hong Kong.

    Polisi mengatakan penyebab jatuhnya Chow di tempat parkir masih belum diketahui. Namun, polisi menduga dia terjatuh dari lantai atas tempat parkir mobil bertingkat di Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.