Macron: NATO Tidak Bisa Lagi Bergantung kepada Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato di istana Elysee di Paris, Prancis, 11 Januari 2019. [Ian Langsdon / Pool via REUTERS]

    Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato di istana Elysee di Paris, Prancis, 11 Januari 2019. [Ian Langsdon / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa Eropa sedang menghadapi kematian otak NATO karena perselisihan Amerika Serikat dengan aliansi tersebut.

    Dalam tulisan di The Economist pada Kamis kemarin, Macron mengatakan bahwa Eropa tidak bisa lagi mengandalkan AS untuk menjaga sekutu NATO.

    Komentarnya muncul setelah pemerintahan Trump menarik pasukan AS keluar dari Suriah utara bulan lalu, keputusan yang mengecewakan anggota NATO Eropa.

    Penarikan mendadak yang tampaknya tanpa peringatan ke Prancis, meninggalkan sekutu AS, Kurdi Suriah, untuk diserang Turki.

    Macron telah menjadi pendukung vokal Kurdi, dan kebijakan AS yang tiba-tiba mengubah hubungan yang rumit dengan sesama anggota NATO, Turki.

    "Anda memiliki mitra bersama di bagian yang sama di dunia, dan Anda tidak memiliki koordinasi apapun dalam pengambilan keputusan strategis antara Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya," kata Macron.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Brussels Belgia, 11 Juli 2018. (Presidency Press Service via AP, Pool)

    Menanggapi komentar Macron, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Jerman menolak pandangan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa NATO menghadapi kemunduran.

    "NATO tetap penting, mungkin secara historis salah satu kemitraan strategis paling penting dalam semua sejarah yang tercatat," kata Menlu AS Mike Pompeo, dikutip dari Reuters.

    "Saya tidak berpikir NATO mati otak," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menambahkan pada konferensi pers pada hari Kamis.

    Sementara Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menampik komentar Macron dengan mengatakan, "Setiap upaya untuk menjauhkan Eropa dari Amerika Utara berisiko melemahkan aliansi - ikatan transatlantik - tetapi juga untuk memecah Eropa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.