64 Ekor Kura-kura Langka di Kebun Binatang Jepang Dicuri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebun binatang Okinawa kehilangan 64 ekor kura-kura langka. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    Kebun binatang Okinawa kehilangan 64 ekor kura-kura langka. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 60 kura-kura dari jenis yang terancam punah hilang dari sebuah kebun binatang di Jepang. Dugaan sementara kura-kura tersebut kemungkinan hilang dicuri.

    “Kami telah membebaskan kura-kura itu dua kali dalam sepekan dan seorang penjaga menyadari jumlah kura-kura ini sekarang jelas berkurang banyak,” kata Kozue Ohgimi, Kepala Kebun Binatang dan Museum Okinawa, seperti dikutip dari english.alarabiya.net, Kamis, 7 November 2019.

    Petugas keamanan di kebun binatang itu lalu menemukan kabel, yang digunakan untuk mengikat jaring di atas penutup kandang kura-kura, telah dicopot di sejumlah tempat.

    "Jaringnya cukup longgar sehingga memungkinkan orang dewasa menyelinap ke daerah itu,” kata Ohgimi.

    Otoritas di kebun binatang tersebut waswas kura-kura langka itu sudah dicuri untuk dijual ke pasar gelap, dimana kura-kura itu akan dihargai sebagai hewan peliharaan eksotis.    

    “Mereka di perjual belikan dengan harga tinggi,” atak Ohgimi. 

    Hilangnya kura-kura langka itu sudah dilaporkan ke kepolisian setempat dan investigasi pun sedang dilakukan. Kura-kura yang hilang dicuri itu berukuran sangat mungil, yakni dengan panjang sekitar 20 centimeter.   

    Kebun binatang Okinawa mengatakan sekitar 64 ekor kura-kura dari jenis yang langka sudah hilang. Dari jumlah itu, 15 ekor adalah kura-kura daun jenis Ryukyu dan 49 ekor lainnya kura-kura kotak warna kuning. Dua jenis kura-kura itu masuk daftar hewan terancam punah oleh Serikat Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya.

    Dua jenis kura-kura itu juga ditetapkan sebagai "harta karun alami" oleh lembaga bidang budaya Jepang, yang artinya dilarang diperdagangkan secara komersial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.