Kesal Ajari Anak Matematika, Ibu di Cina Kena Serangan Jantung

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi belajar matematika (pixabay.com)

    ilustrasi belajar matematika (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wang, 36 tahun, seorang ibu di Cina, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung setelah tidak bisa menahan kekesalan membimbing anak laki-lakinya yang duduk di kelas tiga SD dalam menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) matematika.

    Melansir AsiaOne, peristiwa ini terjadi pada 1 November 2019, dimana identitas lengkap Wang tidak dipublikasi. Wang mulai marah ketika berulang kali menjelaskan cara menyelesaikan soal matematika yang tidak juga dapat dipahami putranya pada 1 November.

    “Saya sudah menjelaskan berkali-kali kepadanya tetapi dia masih belum paham. Saya sangat marah dan tiba-tiba jantung saya berdebar sehingga tidak bisa bernapas dengan benar,” kata Wang.

    Wang pun segera memanggil suaminya agar membawanya ke rumah sakit.
    Yang Xiaoxue, dokter di Rumah Sakit mendiagnosa Wang mengalami serangan jantung.

    “Dia dibawa tepat waktu. Jika terlambat dia bisa menderita gagal jantung,” kata Yang.

    Stres dan diet tidak sehat juga masuk dalam daftar penyebab terbesar meningkatnya insiden penyakit jantung diantara pasien-pasien muda seperti Wang.

    Wang yang membantu anak laki-lakinya mengerjakan PR setiap malam mengaku sering kesal kepada anaknya. Akan tetapi dia tidak pernah menyangka hal itu akan berdampak serius pada kesehatannya.

    Psikolog Florence Huang dari Hongkong mengatakan bahwa orang tua harus belajar untuk mengelola emosi mereka sekalipun stress yang tidak dapat dihindari. Sebab hal ini akan berpengaruh pada kesehatan dan berdampak buruk pada anak-anak.

    “Ketika keadaan dalam rumah memancing kemarahan yang berkepanjangan, ini akan mempengaruhi mental anak-anak yang mengarah pada menyalahkan diri sendiri, perasaan malu, penghinaan dan ketidakberdayaan,” kata Huang.

    KANIA SUKU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.