PM Inggris Johnson Janjikan Brexit Paling Lambat Januari 2019

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus

    Bus "Vote Leave" yang digunakan kampanye Brexit diparkir di luar Gedung Parlemen pada tahun 2016.[CNN]

    TEMPO.COBirmingham – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berjanji negaranya akan keluar secara penuh dari Uni Eropa atau Brexit pada Januari 2019.

    Dia mengatakan ii saat berkampanye menjelang digelarnya pemilu dini pada 12 Desember, yang disebutnya sebagai pemilu paling penting dalam sejarah negara.

    “Saya senang melihat Anda semua ada di sini.. di awal apa yang saya sebut sebagai pemilu paling penting bagi negara kita dalam satu generasi terakhir,” kata Johnson di Birmingham, Inggris, seperti dilansir Reuters pada Kamis, 7 November 2019.

    Johnson berjanji jika Partai Konservatif memenangi pemilu dan dia terpilih sebagai Perdana Menteri lagi, dia akan mampu mengesahkan kesepakatan Brexit yang telah tercapai di parlemen. “Jadi kita bisa menyelesaikan Brexit kelar pada Januari dan bisa meninggalkan ketidak-pastian di belakang kita,” kata dia.

    Menurut, survei dari lembaga YouGov, dukungan untuk Boris Johnson dan Partai Konservatif sedikit mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

    Sedangkan jajak pendapat menurut Sky News menunjkkan dukungan untuk Partai Konservatif turun dua persen menjadi 36 persen. Sedangkan dukungan untuk Partai Buruh tidak berubah 25 persen. Brexit disepakati pada 2016 lewat proses referendum. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.