Kisah Inspiratif, Anak Donasikan Hati ke Ayah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mazlum Dogan, 18 tahun, mendonasikan hatinya untuk ayahnya Ali Dogan, 48 tahun, kendati dia terancam kehilangan suaranya. Sumber: aa.com.tr

    Mazlum Dogan, 18 tahun, mendonasikan hatinya untuk ayahnya Ali Dogan, 48 tahun, kendati dia terancam kehilangan suaranya. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah Mazlum Dogan, 18 tahun, mahasiswa penyanyi opera di Universitas Mimar Sinan Fine Arts, membuat basah hati banyak orang atas perbuatannya pada ayahnya. Dia mendonorkan hatinya kepada ayahnya meski terancam kehilangan suaranya karena operasi transplantasi ini.

    Dikutip dari aa.com.tr, Rabu, 6 November 2019, Mazlum memberikan sepertiga hatinya kepada ayahnya, Ali Dogan, 48 tahun. Ali pada Mei 2019 lalu didiagnosa oleh dokter menderita kanker hati dan disebut hanya memiliki waktu satu bulan lagi untuk hidup.

    Ilustrasi operasi. Sumber: Universal Images Group Editorial/mirror.co.uk 

    Ali menolak donor hati yang diberikan Mazlum, namun Mazlum berkeras. Dia bahkan melarang donor hati dari mana pun untuk ayahnya.

    Setelah proses operasi transplantasi berjalan sukses pada Agustus 2019 lalu, Ali secara perlahan mulai sehat kembali. Hal yang dikhawatirkan pun tidak terjadi. Diagfrahma dan suara Mazlum tidak rusak. 

    Mazlum mengatakan uang dan mata pencaharian bukan hal yang amat penting ketika nyawa salah satu anggota keluarga dipertaruhkan. Dia melihat ayahnya masih muda dan ada banyak hal yang masih bisa dilakukan ayahnya.  

    “Masa depan saya sebagai penyanyi operas tidak terlalu penting dibanding kesehatan ayah,” kata Mazlum. 

    Dokter yang melakukan operasi transplantasi hati mengatakan pada Mazlum kalau sayatan yang dibuatnya tidak menciderai diagfrahmanya, yakni sebuah organ krusial bagi penyanyi opera. Operasi transplantasi hati sangat rumit dan Ali menyebut keberhasilan operasi yang dialaminya telah membuatnya merasa sosok yang terlahir kembali.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.