Pakistan Kecewa Dituduh Amerika Serikat Gagal Cegah Terorisme

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KAA, Bendera nasional Pakistan. Wikipedia.org

    KAA, Bendera nasional Pakistan. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan terorisme yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyebut Pakistan sudah gagal mencegah kelompok-kelompok teroris dalam menggalang dana, merekrut dan melakukan pelatihan para anggotanya di Pakistan. 

    Dikutip dari rt.com, laporan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu secara tak langsung menuduh pemerintah Pakistan karena tidak cukup mengambil langkah-langkah dalam membatasi kelompok radikal Lashkar eTayyiba (LeT) dan Jaish e-Mohammad (JeM). Dua organisasi itu diduga bertanggung jawab atas serangan terror di kota Mumbai, India, pada 2008.   

    Pakistan disebut tidak cukup melakukan tindakan dalam membatasi langkah LeT dan JeM dalam melatih, merekrut, menggalang dana dan melanggar sanksi-sanksi PBB. Dalam laporan itu disebut juga ada beberapa kandidat anggota parlemen yang berafiliasi dengan LeT tetapi bisa ikut pemilu yang diselenggarakan pada Juli 2019.

    Warga Kashmir memegang bendera nasional Pakistan saat menggelar aksi unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan petugas kepolisian usai menggelar salat Idul Adha berjamaah di Srinagar, Kashmir, India, 25 September 2015. AP Photo

    Kurangnya langkah-langkah yang dilakukan Pakistan itu telah membuat wilayah perbatasan dalam bahaya. Kendati kelompok radikal seperti Taliban di Afganistan, Haqqani Network, LeT dan JeM berada di Pakistan, namun kelompok-kelompok radikal itu fokus melakukan serangan dimana pun      

    Laporan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu menyebut LeT dan JeM adalah diantara kelompok yang masih melancarkan ancaman pada 2018 dan masih menjaga kemampuannya serta rutin melancarkan serangan-serangan yang mengincar warga negara India dan Pakistan. Diantara serangan yang dilancarkan JeM adalah operasi di kamp militer India di Sunjuwan pada Februari 2019, dimana serangan itu menewaskan Sembilan tentara. 

    Kementerian Luar Negeri dalam laporannya juga menampar Pakistan dengan menyebut negara itu tidak melarang kelompok Taliban dan Haqqani Network yang bercokol di negara itu. Organisasi garis keras itu bahkan menganggap Pakistan sebagai ‘surga’. Mereka mengancam pasukan Amerika Serikat dan Afganistan, padahal Islamabad telah menyuarakan dukungan bagi rekonsiliasi politik antara pemerintah Afganistan dan Taliban.     

    Kementerian Luar Negeri Pakistan kecewa dengan laporan Amerika Serikat itu. Mereka mengklaim laporan itu kurang evaluasi yang objektif atas upaya-upaya yang sudah dilakukan Pakistan dalam memerangi terorisme.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.