11 Ribu Ilmuwan Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Victor, seekor burung elang ekor putih menggunakan kamera 360 melintasi melintasi pegunungan Alpen untuk memantau dampak perubahan iklim di Chamonix, Prancis, 8 Oktober 2019. Misi ini untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim di Pegunungan Alpen. REUTERS/Denis Balibouse

    Victor, seekor burung elang ekor putih menggunakan kamera 360 melintasi melintasi pegunungan Alpen untuk memantau dampak perubahan iklim di Chamonix, Prancis, 8 Oktober 2019. Misi ini untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim di Pegunungan Alpen. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Selasa, 11.000 lebih ilmuwan dari seluruh dunia memperingatkan dampak buruk perubahan iklim jika umat manusia tidak berbenah diri dan melakukan aksi nyata.

    Kelompok ilmuwan mengatakan bahwa peneliti memiliki tanggung jawab moral untuk memberitahukan hal ini.

    Menurut laporan CNN, 6 November 2019, Phoebe Barnard, salah satu penulis utama laporan itu dan kepala sains dan pejabat kebijakan di Conservation Biology Institute, sebuah kelompok sains nirlaba, mengatakan bahwa laporan itu menjelaskan tidak ada lagi ruang gerak bagi para pembuat kebijakan.

    "Cucu akan mengingat mereka dengan buruk karena menganggap perubahan iklim sebagai ancaman serius bagi peradaban kita," katanya.

    Ini bukan pertama kalinya ribuan akademisi bersatu untuk mendesak orang untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim. Lebih dari 16.000 ilmuwan dari 184 negara menerbitkan surat pada tahun 2017, memperingatkan bahwa "manusia dan dunia alam berada di jalur yang berbenturan."

    Laporan terbaru diterbitkan dalam BioScience, jurnal ilmiah peer-review. Para ilmuwan, yang berasal dari lebih dari 150 negara, mengatakan krisis iklim terkait erat dengan konsumsi berlebihan gaya hidup kaya.

    "Meskipun ada 40 tahun negosiasi iklim global, dengan sedikit pengecualian, kami umumnya menjalankan bisnis seperti biasa dan sebagian besar gagal mengatasi kesulitan ini," kata mereka.

    Mereka mendaftar enam isu utama yang perlu ditangani jika umat manusia ingin mencegah skenario yang paling berbahaya.

    Ini termasuk mengganti bahan bakar fosil, memotong emisi polutan iklim seperti metana dan jelaga, makan lebih sedikit daging, memulihkan dan melindungi ekosistem, membangun ekonomi bebas karbon dan menstabilkan pertumbuhan penduduk dengan berinvestasi ke dalam layanan keluarga berencana dan pendidikan anak perempuan.

    Barnard mengatakan pencegahan perubahan iklim itu tidak harus dilihat sebagai pengorbanan, tetapi sebagai cara mengubah sesuatu dan perilaku manusia yang telah memperburuk iklim.

    KANIA SUKU | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.