Boris Johnson Minta Trump Cabut Tarif Impor Wiski, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Roger Harris/Handout via REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Roger Harris/Handout via REUTERS]

    TEMPO.COLondon – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menelpon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mencabut tarif impor untuk produk dari negara itu seperti wiski.

    Juru bicara dari Downing Street, yang menjadi lokasi kantor Perdana Menteri Inggris, mengatakan Johnson juga mendesak Trump untuk tidak mengenakan tarif pada ekspor mobil negara itu ke AS.

    “Kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan khusus lewat perjanjian dagang bebas bilateral yang kuat begitu Inggris keluar dari Uni Eropa,” kata Gedung Putih seperti dilansir Reuters pada Rabu, 6 November 2019.

    Menurut pernyataan dari Gedung Putih, Trump juga menyoroti soal peningkatan pendanaan yang kuat oleh para sekutu NATO pada anggaran pertahanan masing-masing negara.

    Seperti beritakan, AS mengenakan tarif 25 persen pada bulan lalu untuk produk wiski dan berbagai produk Eropa.

    Ini merupakan balasan AS atas subsidi yang diberikan UE kepada perusahaan pesawat terbang Airbus.

    Secara terpisah, pemerintahan Trump juga telah mengancam pengenaan tarif sebesar 25 persen tarif mobil dan onderdil dari Uni Eropa.

    Washington juga sedang mempertimbangkan apakah akan mulai menerapkan keputusan itu pada 14 November 2019. Para ahli menyebut tarif ini telah ditunda selama enam bulan sebelumnya dan bisa ditunda lagi.

    Secara terpisah, media QZ melansir Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO menyatakan perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing dan Airbus telah menerima subsidi ilegal selama 15 tahun terakhir.

    Ini membuat AS mengenakan tarif retaliasi terhadap Eropa dengan menaikkan bea masuk produk wiski sebanyak 25 persen. Produk ini mencapai nilai 12.4 persen dari keseluruhan ekspor produk dari Inggris ke AS per tahunnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.