Pemerintah Inggris Bantu Pendidikan RI Senilai Rp 145 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara untuk Indonesia Owen John Jenkins di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019. Presiden menerima surat kepercayaan dari 12 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Indonesia, diantaranya dari Turki, Selandia Baru, Kroasia, Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara dan Malaysia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara untuk Indonesia Owen John Jenkins di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019. Presiden menerima surat kepercayaan dari 12 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Indonesia, diantaranya dari Turki, Selandia Baru, Kroasia, Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara dan Malaysia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris akan meluncurkan program Skills for Prosperity senilai 8 juta Poundsterling atau Rp 145 miliar untuk membantu sektor pendidikan Indonesia.

    Dalam rilis yang diterima Tempo, 4 November 2019, peluncuran program yang akan dilakukan di Jakarta, 5 November 2019, bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi SDM Unggul yang berfokus pada sumber daya manusia dan pendidikan. Inggris dan Indonesia bekerja sama memastikan sistem pendidikan Indonesia sesuai dengan mata pelajaran, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh Indonesia.

    Para ahli dari Inggris dan Indonesia akan memfasilitasi kerja sama erat di sektor bisnis dan pelatihan tenaga kerja di Indonesia.  Langkah ini akan bermanfaat bagi individu melalui peningkatan keterampilan dan prospek pekerjaan, bisnis melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta ekonomi Indonesia melalui peningkatan daya tarik Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan serta memajukan ekonomi.

    Dana ini akan membantu memastikan pelatihan tenaga kerja untuk pengoperasian infrastruktur yang optimal, dan salah satu yang menjadi prioritas adalah bidang kemaritiman.

    Namun, dana Skills for Prosperity tidak akan berhenti di bidang kelautan. Setelah program di bidang kelautan telah berjalan, Skills for Prosperity akan mencari lebih banyak sektor dan peluang di mana Inggris dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam pelatihan tenaga kerja. Sebagai contoh, minggu ini 11 perwakilan senior dari Universitas-universitas Inggris (UUKI) sedang mengunjungi Indonesia untuk mencari peluang kerja sama pendidikan tinggi, yang dipimpin oleh Profesor Andrew Wathey, Wakil Rektor dari Northumbria University.

    "Saya senang sekali meluncurkan program 'Skills for Prosperity' senilai 8 juta poundsterling yang akan mendukung sektor pendidikan Indonesia, dimulai dari bidang kemaritiman. Presiden Jokowi telah menetapkan visinya untuk mengembangkan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional. Pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia adalah kunci untuk kemajuan ekonomi," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.

    Peluncuran program Skills for Prosperity ini akan dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk
    Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, delegasi UUKI serta perwakilan senior dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H