Donald Trump Enggan Bermain Twitter di Depan Umum, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski gemar menggunakan Twitter, Presiden Donald Trump rupanya tidak suka bermain Twitter di depan orang lain karena mesti memakai kacamata baca untuk melihat layar iPhone-nya.

    Laporan New York Times pada Sabtu kemarin menganalisa dan meneliti bagaimana kebiasaan Donald Trump bermain Twitter, sejak dia menjabat presiden pada 2017, seperi dikutip dari Business Insider, 3 November 2019.

    Alih-alih menulis tweet-nya sendiri, ketika Trump tiba di Sayap Barat Gedung Putih setiap pagi, dia lebih memilih untuk mendiktekan tweet-nya kepada Dan Scavino, direktur media sosial Gedung Putih.

    New York Times melaporkan bahwa Scavino duduk di kamar berukuran lemari di sebelah Oval Office sampai Trump berteriak "Scavino!" Di mana Scavino akan men-tweet pesan presiden dari akun @realDonaldTrump.

    Scavino bahkan menyarankan tweet miliknya, mencetaknya dalam font ekstra besar dan menyajikannya ke Trump, tulis New York Times.

    Donald Trump.[REUTERS/The Independent]

    Berita tersebut muncul sebagai bagian dari analisis Times tentang 11.000 lebih kicauan Twitter yang dikirimkan Trump selama 33 bulan sebagai presiden, banyak di antaranya termasuk penghinaan, ancaman, pengumuman kebijakan, dan memuji diri.

    Trump jarang terlihat mengenakan kacamata di masa lalu, meskipun media telah berspekulasi tentang penglihatannya dan dia terlihat sering memicingkan mata.

    Trump pernah difoto memakai kacamata melalui jendela limosinnya pada Oktober 2017, saat ia meninggalkan klub golfnya.

    Kebiasaan kacamata Donald Trump juga menjadi berita utama pada Agustus 2017 ketika ia menatap langsung ke gerhana matahari tanpa kacamata pelindung, meskipun ia mengenakannya tak lama setelah itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.