Fase Satu Kesepakatan Perang Dagang AS-Cina Rampung

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]

    Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat dan Cina sudah menyelesaikan fase pertama perjanjian dagang yang akan mengakhiri perang dagang kedua negara.

    Namun, Penasihat Perdagangan Gedung Purih, Peter Navarro, mengatakan pada Jumat masih ada dua fase lagi untuk mengatasi semua hambatan perdagangan Cina.

    Dikutip dari Reuters, 2 November 2019, Navarro mengatakan kepada Fox Business Network bahwa kunci dari perjanjian itu adalah mekanisme penegakan yang akan memungkinkan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif untuk setiap pelanggaran perjanjian, tanpa takut akan pembalasan oleh Beijing.

    "Kami akan membutuhkan tiga fase dari kesepakatan untuk menangani semua tujuh ... dosa mematikan struktural Cina," katanya.

    Pejabat AS dan Cina pada hari Jumat mengatakan mereka telah membuat kemajuan yang baik menuju penyelesaian perjanjian perdagangan "fase satu", setelah hampir 16 bulan tarif yang telah memperlambat pertumbuhan global.

    Sementara South China Morning Post melaporkan, Wakil Perdana Menteri Cina Liu He, berbicara dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk mencapai konsensus tentang prinsip-prinsip mengenai perang dagang 17 bulan mereka, kata kementerian perdagangan Cina, tanpa menyebutkan rincian prinsipnya.

    "Kedua belah pihak melakukan diskusi yang serius dan konstruktif untuk menangani masalah inti mereka dengan benar," tambah kementerian dalam pernyataan singkatnya.

    Sementara itu, Kantor Dagang AS (USTR) mengatakan kedua belah pihak membuat kemajuan di berbagai bidang dan sedang dalam proses menyelesaikan masalah-masalah luar biasa, juga tanpa menguraikan bidang mana atau masalah yang dibahas.

    "Diskusi akan berlanjut di tingkat wakil," tambah USTR.

    Menteri Perdagangan Cina Zhong Shan, Gubernur People’s Bank of China Yi Gang, dan Wakil Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Ning Jizhen juga dipanggil, kata kementerian Cina, seraya menambahkan bahwa kedua pihak membahas konsultasi berikutnya.

    Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu setelah KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Santiago, Cile untuk menandatangani kesepakatan perdagangan "fase-satu" yang digembar-gemborkan bulan lalu, yang akan mengarah pada pembelian produk pertanian AS oleh Cina, dan memberikan jaminan perlindungan kekayaan intelektual yang lebih besar.

    Kesepakatan sementara itu sebagian besar menghindari masalah struktural yang lebih mendasar yang akan diserahkan pada fase dua, dan mungkin kesepakatan fase tiga.

    Utusan dagang dari Beijing dan Washington telah bekerja sejak itu untuk menetapkan teks perjanjian perdagangan sementara yang akan ditandatangani kedua pemimpin.

    Pemerintah AS ingin Cina mengakhiri subsidi negara yang besar dan menyetujui mekanisme penegakan hukum untuk mengekang praktik Cina memaksa perusahaan asing mentransfer teknologi hak milik kepada mitra usaha patungan Cina, di antara langkah-langkah lainnya.

    Namun, Cina telah menolak keras melakukan perubahan struktural yang akan menjawab tuntutan ini. Ketidaksepakatan tentang bagaimana mekanisme penegakan akan bekerja adalah salah satu faktor dalam kegagalan pembicaraan awal kesepakatan perang dagang tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.