Konsulat Indonesia Identifikasi Mayat Korban Kapal Karam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Johor Bahru:Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, hari ini, akan melakukan proses identifikasi enam jenazah korban kapal karam yang menyelundupkan TKI illegal dari Johor ke Batam. Enam orang korban kebanyakan anak-anak, yaitu, M. Sabil, 6 bulan, Muhammad Ali, 1.5 tahun, M. Nur Fikri, 9 tahun, Aisyah, 4 tahun, Asira, 8 tahun, dan Dewi Fatimah, 20 tahun. Dua orang penumpang lagi belum diketahui nasibnya.Sebelumnya diberitakan pada sekitar Ahad lalu, perahu kayu yang diduga membawa para TKI ilegal dari Johor menuju Batam karam di tengah lautan. Menurut keterangan kepolisian perairan Malaysia, perahu itu diperkirakan membawa 14 penumpang.Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Dewanto Priyokusumo mengatakan, pihaknya akan segera mengurus keenam jenazah yang kini masih disemayamkan di Rumah sakit Sultan Ismail, Johor tersebut. Dua orang penumpang yang masih hilang diperkirakan juga telah tewas mengingat cuaca dan kondisi laut pada saat kejadian sangat buruk.Polisi akan segera menyerahkan dua orang TKI yang selamat, yaitu Muhammad Abdullah, 40 tahun, dan Tiwi, 27 tahun, ke KJRI Johor dan kami akan membawa dua orang tersebut untuk membantu identifikasi korban, jelas Dewanto Priyokusumo, kepada Tempo, Kamis (26/6) pagi. Menurut rencana, kedua TKI yang berasal dari Flores, NTT itu, akan dikirim pulang ke kampung halaman masing-masing oleh KJRI setelah proses pengurusan jenazah selesai. Untuk sementara menunggu proses pembuatan dokumentasi dan check out memo, mereka berdua akan ditampung dan dirawat di KJRI, kata Dewanto. Menurut Dewanto lagi, KJRI akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk mencari informasi dua WNI yang masih hilang, sekaligus akan mengungkapkan kegiatan calo penyelundup TKI illegal yang selama ini melakukan aktivitas penyelendupan itu. Satu-satunya jalan bagi TKI illegal untuk keluar dari Malaysia ya lewat belakang, karena tidak mungkin melalui pintu keluar imigrasi mengingat tidak memiliki dokumen apapaun, ungkapnya. T.H. Salengke (Johor)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.