Kenaikan Air Laut, Bangkok Bisa Tenggelam 30 Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bumi tenggelam. Sumber: THE NATION/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    Ilustrasi bumi tenggelam. Sumber: THE NATION/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah lembaga nirlaba Climate Central, mengungkap studi yang memperlihatkan sejumlah kota, termasuk Ibu Kota Bangkok akan tenggelam dalam 30 tahun mendatang karena kenaikan air laut. Climate Central adalah organisasi yang menganalisa dan melaporkan riset iklim.

    Laporan  Climate Central menyebut tingkat air laut diperkirakan akan naik sekitar 0,6 sampai 2,1 meter atau lebih pada abad ini. Itu artinya, lebih dari 300 orang berisiko menghadapi banjir, setidaknya setahun sekali. Jumlah mereka yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

    Warga berziarah di tempat pemakaman umum yang terendam air laut akibat abrasi di Desa Timbulsloko, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Kamis 14 Maret 2019. Abrasi yang mengikis garis pantai Kabupaten Demak sekitar tahun 1995 berdampak pada peralihan fungsi lahan setempat yang awalnya merupakan areal pertanian produktif berangsur menjadi tambak ikan dan sebagian kini telah menjadi perairan akibat kenaikan permukaan air laut disertai penurunan permukaan tanah mencapai sekitar 10 sentimeter per tahun. ANTARA FOTO/Aji Styawan 

    Menurut Scott Kulp, ilmuwan senior di Climate Central dan ketua tim peneliti, menjelaskan riset sebelumnya dengan menggunakan sejumlah gambar satelit memperkirakan dampak perhitungan kenaikan tanah. Namun ketinggian tanah itu rupanya tidak sebanding dengan tinggi pohon atau bangunan.

    “Para peneliti kami memecahkan masalah ini dengan menggunakan intelijen buatan dan menemukan laporan sebelumnya sudah tidak bisa lagi dijadikan patokan,” kata Kulp, seperti dikutip dari asiaone.com, Jumat, 1 November 2019. 

    Dia menambahkan perubahan iklim akan mempengaruhi banyak kawasan, khususnya Asia, sehingga menempatkan lebih dari separuh populasi masyarakat yang tinggal di Cina, Bangladesh, India, Vietnam, Indonesia dan Thailand, dalam risiko. Menurut laporan terbaru Climate Central, ada sekitar 12 juta orang yang tinggal di area-area risiko tinggi, terutama Ibu Kota Bangkok, yang akan terdampak oleh kenaikan air laut pada tahun 2050.     

    Laporan lembaga itu juga memperlihatkan lebih dari 20 juta orang di Vietnam akan terkena dampak menyusul hilangnya wilayah selatan negara itu secara virtual. Sebagian besar kota Ho Chi Minh City akan terendam air. Sedangkan lebih dari 23 juta masyarakat yang tinggal di Indonesia juga menghadapi risiko akibat kenaikan air laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.