Kematian Al-Baghdadi, ISIS Bakal Balas Dendam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota ISIS memegang bendera di Raqqa , 29Juni 2014. REUTERS

    Anggota ISIS memegang bendera di Raqqa , 29Juni 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok radikal Islamic State atau ISIS pada Kamis, 31 Oktober 2019, mengkonfirmasi Pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi sudah tewas pada akhir pekan lalu dalam sebuah penggeledahan oleh pasukan khusus Amerika Serikat di utara Suriah. Kelompok ISIS saat yang sama bersumpah akan membalas dendam kepada Amerika Serikat atas hal ini.

    Dikutip dari asiaone.com, Jumat, 1 November 2019, al-Baghdadi, warga negara Irak, bangkit dari ketidak jelasan menjadi pemimpin kelompok ultra-garis keras dan mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah. ISIS di bawah kendali al-Baghdadi mengklaim menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah sejak 2014 sampai 2017 sebelum kelompok itu dibuat kocar-kacir lewat rentetan serangan Amerika Serikat.

    Pemuda Irak menonton berita kematian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, di Najaf, Irak 27 Oktober 2019. "Sumber kami dari dalam Suriah telah mengkonfirmasi kepada tim intelijen Irak yang ditugaskan mengejar Baghdadi bahwa ia telah terbunuh bersama pribadinya. pengawal di Idlib setelah tempat persembunyiannya ditemukan ketika ia mencoba untuk membawa keluarganya keluar dari Idlib menuju perbatasan Turki, "kata salah seorang pejabat Irak. [REUTERS / Alaa al-Marjani]

    ISIS mengkonfirmasi kematian al-Baghdadi lewat sebuah rekaman suara yang diunggah secara online. Saat yang sama, kelompok radikal itu juga mengumumkan kepemimpinan yang baru, yakni Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi.  

    Menurut Aymenn al-Tamimi, peneliti dari Universitas Swansea yang memfokuskan riset soal ISIS, mengatakan nama Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi belum pernah terdengar sebelumnya, namun bisa jadi sosok ini panggilan untuk Hajj Abdullah. Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi adalah mantan figur senior dari al Qaeda di Irak. Di kelompok itu, dia dikenal dengan nama Mohamed Said Abdelrahman al-Mawla. 

    Sebelumnya Pentagon merilis video dan gambar untuk publik penyerbuan al Baghdadi pada Rabu, 30 Oktober 2019. Rekaman itu memperlihatkan pasukan militer Amerika Serikat menembakkan dari berbagai titik saat helikopter mereka mendekati kompleks tempat Baghdadi bersembunyi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.