Malaysia Operasi Pekerja Sabah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak, Selasa (25/6), menyatakan pemerintah akan melancarkan operasi besar-besaran guna menghalau para pendatang gelap ke Negeri Jiran itu. Kali ini pemerintah akan memusatkan operasinya di Negara Bagian Sabah. Najib menaksir saat ini di Sabah tinggal 300 ribu pendatang haram alias tanpa izin. "Kami akan berunding dengan pemerintah Indonesia dan Filipina," kata Najib kepada wartawan sebagaimana dikutip kantor berita Prancis Agence France Presse. "Sebab tidak semua pendatang ini ilegal." Katanya pemerintah akan mengajak Indonesia dan Malaysia bekerjasama mengamankan perbatasan. Wakil Duta Besar Indonesia di Malaysia Tatang B. Razak membenarkan hal itu. "Kami dengar akan ada tindakan," katanya kepada Tempo. Tatang berharap Malaysia bertindak secara proporsional. "Sebaiknya jangan cuma pekerjanya saja yang ditindak tapi juga majikan yang mempekerjakan buruh ilegal itu," tuturnya. Pihak berwenang di Sabah sebagaimana diungkapkan kantor berita Prancis Agence France Presse menyebutkan saat ini terdapat sekurang-kurangnya 130 ribu pekerja ilegal - politisi menyebut 500 ribu - di wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan tersebut. Mereka konon sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di sana. | AFP| THE STAR | ANDREE PRIYANTO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.