Nadia Murad: Banyak Militan ISIS Siap Gantikan Al-Baghdadi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemenang Nobel Perdamaian Nadia Murad berbicara di Sinjar, Irak.[REUTERS]

    Pemenang Nobel Perdamaian Nadia Murad berbicara di Sinjar, Irak.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Peraih penghargaan Nobel bidang perdamaian 2018, Nadia Murad, bereaksi positif atas kabar tewasnya Pemimpin kelompok radikal Islamic State (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi. Namun saat yang sama, Murad memperingatkan masih ada ribuan militan garis keras yang siap menggantikan posisi al-Baghdadi.

    Dikutip dari aa.com.tr, Kamis, 31 Oktober 2019, Murad menyerukan agar dilakukan sejumlah upaya untuk memberantas para ekstrimisme dan menegakkan keadilan bagi mereka yang menciptakan kekhalifahan ISIS.

    "Kami tidak ingin hanya melihat anggota ISIS seperti Baghdadi yang terbunuh, kami ingin melihat keadilan. Ada ribuan anggota ISIS yang bergabung dengan al-Baghdadi dan mereka terus melakukan apa yang dia (al-Baghdadi) lakukan," kata Murad

    Gadis etnis Yazidi, Nadia Murad Basee, berbicara di depan sejumlah anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) di markas PBB di New York, 16 Desember 2015. REUTERS

    Al-Baghdadi tewas ketika dalam posisi terpojok dalam sebuah operasi yang dilakukan Amerika Serikat di wilayah utara Suriah. Dia lalu meledakkan bom bunuh diri yang menempel ditubuhnya. Kematian al-Baghdadi diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Masih belum diketahui siapa yang mengambil alih komando ISIS setelah ditinggal al-Baghdadi.

    "Ini bukan soal al-Baghdadi. Bagaimana dengan seluruh anggota ISIS lainnya. Bagaimana dengan mereka yang memperkosa kami, menjual kami, mereka masih mengurung perempuan-perempuan Yazidi dan anak-anak kami. Ada ribuan anggota ISIS seperti al-Baghdadi dan mereka siap melakukan apa yang dilakukan al-Baghdadi dan mereka tidak akan menyerah. Jadi kami ingin melihat lebih banyak upaya dan kami ingin melihat keadilan," kata Murad, di kantor PBB.

    Murad adalah salah satu perempuan selamat korban perbudakan seks yang dilakukan oleh ISIS. Keberaniannya untuk berbicara ke publik tentang apa yang dialaminya membuatnya mendapat penghargaan Nobel bidang perdamaian tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.