Polisi Australia Gerebek Impor Sabu Senilai Rp 2.9 Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Australia menggerebek penyelundupan sabu di dalam botol saus sriracha asal Amerika Serikat. Reuters

    Polisi Australia menggerebek penyelundupan sabu di dalam botol saus sriracha asal Amerika Serikat. Reuters

    TEMPO.COSydney – Polisi Australia menangkap empat orang yang diduga menyelundupkan sekitar 400 kilogram crystal meth atau sabu.

    Barang terlarang ini memiliki nilai sekitar Rp2.9 triliun. Polisi menemukan sabu ini disembunyikan dalam botol saus cabe asal Amerika Serikat.

    “Polisi melakukan pengetesan laboratorium dan hasinya positif methylamphetamine (sabu),” kata polisi New South Wales seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 31 Oktober 2019.

    Polisi mengecek pengiriman paket yang tiba di depot barang dari AS pada 15 Oktober 2019. Ada 768 bolo saus cabe dalam paket itu.

    Polisi menangkap seorang lelaki berusia 36 tahun pada Ahad, dan dua orang lainnya pada Senin di lapangan parkir di sebuah hotel di distrik pusat bisnis Sydney.

    Polisi merilis beberapa foto yang menunjukkan beberapa kardus berisi botol saus cabe, yang ditaruh di bagian belakang mobil. Polisi Australia juga menyita delapan kotak berisi saus cabe sriracha dari mobil itu. Petugas juga menggerebek sebuah hotel suite dan menemukan 26 kotak.

    Ketiga lelaki Australia itu dikenai tuntutan hukum kepemilikan kuantitas komersil narkoba dan mengimpor secara ilegal.

    Polisi telah menangkap orang keempat pada Kamis pagi. “Ini merupakan investigasi kompleks dan kami mengetahui impor methylamphetamine ini untuk laboratorium klandestin di area Metropolitan Sydney untuk proses ekstraksi,” kata Stuart Smith, Komandan Kejahatan Negara, dalam pernyataanya seperti dilansir CNN. Polisi mengatakan akan terus menyelidiki semua orang terkait dengan jaringan penyelundup sabu ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.