Konglomerat Sebut Ekonomi Dunia Bermasalah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ray Dalio, pendiri perusahaan konglomerasi lindung nilai Bridgewaters Associates. Reuters

    Ray Dalio, pendiri perusahaan konglomerasi lindung nilai Bridgewaters Associates. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank sentral di banyak negara mengalami kesulitan untuk menangani pelemahan pertumbuhan ekonomi global. Ini menjadi salah satu sorotan para praktisi keuangan yang berkumpul di forum investasi di Arab Saudi pada Selasa, 29 Oktober 2019.

    Pendiri perusahaan lindung nilai global Ray Dalio mengatakan ekonomi global mengalami ancaman dari kebijakan moneter tidak efektif, kesenjangan antara orang kaya dan miskin dan perubahan iklim.

    “Kombinasi ini akan menimbulkan situasi mengerikan selama satu dekade ke depan,” begitu dilansir Sydney Morning Herald dengan mengutip Dalio pada Rabu, 30 Oktober 2019.

    Dalio merupakan pendiri perusahaan lindung nilai Bridgewater Associates, yang merupakan perusahaan lindung nilai terbesar di dunia.

    “Teknologi dan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan produktivitas yang meningkat juga akan meningkatkan kesenjangan kekayaan, pekerjaan, dan konflik ideologi di dalam negara,” kata Dalio di Arab Saudi, yang menjadi lokasi Future Investment Initiative.

    Chief Executive Office, Blackstone Group, Stephen Schwarzman, ikut menyuarakan soal kebijakan tingkat suku bunga rendah hingga suku bunga negatif. Menurut dia, bank sentral kehabisan cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    “Tingkat suku bunga di berbagai negara sangat rendah. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan sebagai bank sentral,” kata dia, yang juga menjadi pembicara dengan Dalio di forum itu.

    Sedangkan CEO Citigroup, Mike Corbat, mengatakan berupaya menutup kesenjangan yang besar antara perempuan dan lelaki di jajaran kepemimpinan. Ekonomi dunia menjadi perhatian banyak negara di tengah persaingan tarif antara Amerika dan Cina. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.