Raja Thailand Pecat 4 Pejabat karena Berzina dan Perilaku Buruk

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Maha Vajiralongkorn, bersama pendampingnya, Jenderal Suthida Vajiralongkorn atau Ratu Suthida, saat acara pernikahannya di Bangkok, Thailand 1 Mei 2019. Pernikahan tersebut, menyatakan bahwa Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya

    Raja Maha Vajiralongkorn, bersama pendampingnya, Jenderal Suthida Vajiralongkorn atau Ratu Suthida, saat acara pernikahannya di Bangkok, Thailand 1 Mei 2019. Pernikahan tersebut, menyatakan bahwa Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya "resmi menikah" dengan raja sesuai dengan tradisi kerajaan. Thai TV Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn kembali memecat empat pejabat istana melalui dua pengumuman istana pada Selasa kemarin.

    Dalam satu pengumuman, dua pejabat istana, yang diidentifikasi sebagai penjaga kamar tidur, dipecat karena "pelanggaran yang sangat buruk" dan "perzinahan", yang katanya merupakan pelanggaran terhadap kode etik untuk anggota istana, menurut laporan Reuters, 30 Oktober 2019.

    Dalam dokumen lain, dua perwira militer dipecat karena "lemah" dalam tugas mereka sebagai penjaga istana dan "berperilaku tidak pantas atas pangkat dan jabatan mereka."

    Keempatnya semuanya kehilangan peringkat dan gelar mereka, kata pengumuman tersebut.

    Keempat pemecatan pada Selasa mengikuti orang-orang dari enam pejabat istana pekan lalu, yang dituduh melakukan pelanggaran disiplin yang parah yang menyebabkan kerusakan pada layanan kerajaan.

    Mengutip straitstimes pada Kamis 24 Oktober, keenam pejabat istana yang dipecat diantaranya satu orang perempuan, satu pejabat senior dari Kepolisian Thailand dan dua pengawal kerajaan yang semuanya bekerja di istana

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Ratu Suthida, Putri Bajrakitiyabha, Pangeran Dipangkorn, dan Putri Sirivannavari Nariratana terlihat di balkon Suddhaisavarya Prasad Hall di Grand Palace, Bangkok, 6 Mei 2019. Raja Maha Vajiralongkorn mengakhiri upacara penobatan tiga hari dengan penampilan di hadapan publik dan korps diplomatik. REUTERS/Jorge Silva

    Sejak naik takhta setelah kematian ayahnya pada 2016, Raja Vajiralongkorn telah menjadi raja konstitusional yang tegas, mengambil lebih banyak kontrol langsung atas urusan kerajaan dan kekayaan kerajaan yang besar, dan mentransfer dua unit militer dari tentara ke kendali pribadinya.

    Pekan lalu, raja juga menurunkan pangkat Pendamping Raja Sineenat Wongvajirapakdi dalam sebuah pengumuman yang luar biasa, hanya beberapa bulan setelah memberinya gelar.

    Dia dituduh "tidak loyal" dan melakuka persaingan dengan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, yang menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada bulan Mei hanya beberapa hari sebelum penobatannya sebagai Raja Thailand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.