Bandara Mewah di Cina Melayani Penerbangan Internasional Pertama

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Daxing di Cina, siap melayani penerbangan setelah dibuka pada akhir September 2019 dan menyedot biaya Rp 800 triliun. Sumber: reuters/asiaone.com

    Bandara Daxing di Cina, siap melayani penerbangan setelah dibuka pada akhir September 2019 dan menyedot biaya Rp 800 triliun. Sumber: reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara terbaru milik Beijing, Daxing airport, dijadwalkan melakukan penerbangan internasinoal pertamanya pada Minggu, 27 Oktober 2019. Bandara Daxing menjadi sorotan luas karena pembangunannya menghabiskan anggaran S$ 86 miliar atau Rp 885 triliun.

    Dikutip dari asiaone.com, Bandara Daxing berbentuk seperti seekor burung phoenix, kendati beberapa orang melihatnya lebih seperti bintang laut. Bandara itu dirancang oleh arsitek kelahiran Irak, Zaha Hadid dan secara resmi dibuka pada akhir September 2019 atau menjelang jatuhnya perayaan 70 tahun hari nasional Cina.

    Bandara internasional Daxing Beijing di Cina beroperasi mulai hari ini.

    Bandara yang menghabiskan banyak anggaran itu diperkirakan bisa melayani 72 juta penumpang per tahun dan pada 2025 diharapkan bisa melayani 100 juta penumpang. Maskapai China Southern Airlines dan China Eastern Airlines akan menjadi pesawat domestik utama yang beroperasi si Bandara Daxing. Air China juga akan melayani sejumlah penerbangan dari bandara itu.

    Penerbangan Air China dengan tujuan Ibu Kota Bangkok, Thailand, menjadi penerbangan internasional pertama yang bertolak dari bandara itu pada Minggu, 27 Oktober 2019. Sedangkan British Airways akan menjadi maskapai yang pertama kali beroperasi di bandara itu lintas benua.

    Bandara Daxing besarnya lebih luas dari lapangan bola dan diperkirakan akan menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia. Pembangunan bandara ini menuai kritikan karena jaraknya yang dinilai terlalu jauh dari Beijing.

    Dengan mengendarai transportasi umum, dibutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mencapai bandara itu dari pusat bisnis di Beijing atau lebih dari dua kali lipat dari waktu yang dibutuhkan untuk ke bandara yang ada saat ini di ibu kota Beijing. Menanggapi kritik itu, para pejabat mengatakan bandara Daxing tidak hanya dirancang untuk melayani masyarakat Beijing, tetapi juga warga sekitar provinsi Hebei dan kota Tianjin, untuk meningkatkan pembangunan regional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.