14 Mahasiswa Asal Papua Dapat Beasiswa dari Pemerintah Rusia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 14 mahasiswa baru dari Indonesia asal Papua tiba di Rusia atas beasiswa dari pemerintah Rusia. Sumber: dokumen KBRI Moskow, Rusia.

    14 mahasiswa baru dari Indonesia asal Papua tiba di Rusia atas beasiswa dari pemerintah Rusia. Sumber: dokumen KBRI Moskow, Rusia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 14 mahasiswa baru dari Papua, Indonesia, mendapat beasiswa dari pemerintah Rusia. Pada Jumat, 25 Oktober 2019, ke-14 mahasiswa itu tiba di Ibu Kota Moskow, Rusia dan disambut oleh KBRI Moskow serta Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira).

    KBRI Moskow dalam keterangannya menjelaskan 11 dari total 14 mahasiswa Papua itu di antaranya masih harus melanjutkan perjalanan ke kota atau perguruan tinggi di luar Moskow, seperti Kaliningrad, Tula, St. Petersburg, Kazan, Orel, Voronezh, Volgograd, Petrozavodsk, Cherepovetsk, dan Tomsk di Siberia barat Rusia.

    Beasiswa yang diberikan pemerintah Rusia untuk mahasiswa Papua itu mulai dari program S1 sampai S2. Jurusan yang diambil mereka pun beragam seperti Teknik Lingkungan, Kimia, Hubungan Internasional, Ilmu Politik, Ilmu Pendidikan, Teologi, Psikologi, Museum dan Budaya, dan Antropologi.

    Pada tahun pertama di Rusia, mahasiswa asing biasanya akan memperdalam bahasa Rusia di fakultas persiapan sesuai dengan jurusan masing-masing.

    “Kami sangat berterima kasih karena kami disambut dengan ciri khas orang Indonesia, kekeluargaan,” kata Resina Lokbere, mahasiswi Papua yang akan belajar di Orel State University.

    14 mahasiswa baru dari Indonesia asal Papua tiba di Rusia atas beasiswa dari pemerintah Rusia. Sumber: dokumen KBRI Moskow, Rusia.

    Wakil Kepala Perwakilan RI di Rusia merangkap Belarus, Azis Nurwahyudi menyampaikan kegembiraan dan kebanggaan atas kedatangan mahasiswa Indonesia asal Papua ini di Rusia. Dalam pertemuan dengan para mahasiswa tersebut, Azis mengemukakan para mahasiswa ini juga  diplomat yang mempromosikan Indonesia di luar negeri, khususnya Rusia.

    “Kami berharap mahasiswa Indonesia dapat sukses belajar di Rusia dan suatu saat kembali ke Tanah Air turut membangun bangsa Indonesia, serta mempererat hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia,” kata Azis.

    Setiap tahun Rusia memberikan 160 beasiswa kepada mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi Rusia baik program S1, S2, maupun S3. Jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia terus meningkat setiap tahunnya.

    Pada 2019, sekitar 650 orang mahasiswa Indonesia termasuk mahasiswa baru belajar di Rusia yang tersebar di seluruh wilayah Rusia, mulai dari Kalingrad di bagian paling barat, Moskow, St. Petersburg, Irkutsk, hingga Khabarovsk dan Vladivostok di bagian paling timur Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.