Kafe Hewan Peliharaan Dikecam karena Cat Anjing Mirip Panda

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjing dicat mirip panda menuai kontroversi.[x99/ZUMAPRESS.com/Global Look Press/RT.com]

    Anjing dicat mirip panda menuai kontroversi.[x99/ZUMAPRESS.com/Global Look Press/RT.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kafe hewan peliharaan di Cina dikritik karena mengecat anjing hitam putih agar mirip dengan panda, dengan alasan untuk bersaing dalam pasar hewan peliharaan.

    Dikutip dari CNN, 24 Oktober 2019, kafe di kota barat daya Chengdu, dekat dengan habitat asli panda raksasa, juga menawarkan layanan pengecatan bagi orang-orang yang ingin mengubah hewan peliharaan mereka menjadi panda.

    Kontroversi dimulai ketika People's Daily yang dikelola pemerintah mengunggah video anjing Chow Chow yang berbulu di media sosial.

    "Biayanya 1.500 yuan Cina (Rp 3 juta) untuk mewarnai (binatang peliharaan) setiap kali," kata pemiliknya, yang bermarga Huang, dalam video itu. Dia mengatakan pewarna, yang diimpor dari Jepang, tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi hewan peliharaan.

    Dalam video itu, anjing yang menyerupai panda terlihat berkeliaran di kafe, di mana pelanggan berinteraksi dengan mereka saat mereka menikmati makanan.

    Aktivis hewan telah memperingatkan bahwa mewarnai hewan dapat menyebabkan kerusakan serius. Pada tahun 2018, kelompok aktivis perlindungan hewan PETA menyoroti kasus di mana seekor anjing mengalami luka bakar parah ketika pewarna rambut manusia diaplikasikan pada tubuhnya.

    "Prosedur kecantikan tidak wajar yang tidak menguntungkan kesehatan dan kesejahteraan pribadi hewan seharusnya tidak pernah dilakukan," kata PETA.

    Ini bukan pertama kalinya hewan peliharaan diwarnai agar terlihat seperti hewan lain di Cina. Pada tahun 2016, toko hewan peliharaan di provinsi Guangdong selatan menjual anjing yang diwarnai agar terlihat seperti miniatur harimau.

    Hewan ini dijuluki "anjing harimau", namun banyak yang dilaporkan mati lebih dari seminggu setelah pewarna diterapkan.

    Anjing dicat menyerupai panda di Cina.[CNN]

    Pengecatan anjing memancing komentar marah dari pecinta hewan peliharaan di Weibo, versi Twitter Cina.

    Para pengguna media sosial sangat terpolarisasi atas rekaman itu, dengan beberapa mengungkapkan potensi bahaya yang disebabkan oleh pewarna kimia, dan mengkritik memperlakukan hewan peliharaan seperti semacam lelucon.

    "Meskipun mereka terlihat menggemaskan, mewarnai hewan peliharaan dengan cara ini dapat dengan mudah menyakiti mereka," komentar seorang pengguna. "Kenapa dia harus memperlakukan anjing seperti itu?" kata yang lain, dikutip dari RT.com.

    "Ada sesuatu yang salah!" tulis pengguna lain. "Jangan memperlakukan anjing seperti ini."

    Sementara yang lain punya pandangan berbeda, dengan mengatakan anjing yang dicat menyerupai panda adalah sesuatu yang lucu dan imut dan bertanya-tanya apa sebutan untuk hybrid anjing-panda ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.