Korea Selatan Mulai Larang Rokok Elektrik, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    Deretan Vape pod yang berisi CBD atau ganja dipamerkan dalam acara Kongres Ganja Dunia dan Pameran Bisnis di Los Angeles, California, 26 September 2019. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.COSeoul – Sejumlah toko serba ada atau toserba di Korea Utara mulai menghentikan penjualan rokok elektrik beraroma atau vape yang diproduksi perusahaan asal Amerika Serikat yaitu Juul Labs pada Kamis, 24 Oktober 2019.

    Ini terjadi sehari setelah pemerintah memperingatkan publik untuk berhenti menggunakan produk seperti itu karena menimbulkan korban jiwa di AS.

    Toserba GS25 menghentikan penjualan tiga produk Juul Labs termasuk rasa mangga. Satu produk asal perusahaan Korea Selatan juga dihentikan penjualannya menurut manajemen KT&G, yang merupakan induk perusahaan GS Retail.

    Manajemen toserba mengatakan akan menghentikan semua produk rokok beraroma atau vape ini jika investigasi pemerintah menunjukkan produk itu berbahaya.

    Soal ini, manajemen Juul Labs mengatakan rokok elektrik yang diproduksinya aman dan menjadi alternatif bagi pengguna rokok tradisional.

    “Juul Labs berharap bisa berdialog dengan manajemen toserba GS25 dan menyediakan alternatif produk bagi perokok dewasa di negara ini,” kata Juul Labs seperti dilansir Reuters pada Kamis, 24 Oktober 2019.

    Soal ini, manajemen KT&G mengatakan akan mengikuti aturan pemerintah soal rokok elektrik ini.

    Berbagai negara telah mulai menarik penjualan rokok elektrik ini dari pasar. Otoritas juga membatasi pengiklanan rokok elektrik ini karena meningkatnya sorotan publik.

    Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung-hoo, mengatakan kasus cidera paru-paru akibat penggunaan rokok elektrik terjadi di AS. Dia memperingatkan risiko serius penggunaan rokok elektrik ini bagi publik.

    Otoritas kesehatan AS mengatakan ada 33 kasus tewas penggunaan vape dan 1.479 kasus gangguan kesehatan diduga terkait vape.

    Media Atlantic melansir pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana pelarangan semua produk rokok elektrik yang rasanya bukan tembakau pada September.

    Sejumlah negara bagian seperti Massachusetts, Michigan, Rhode Island, Washington dan Oregon mulai membatasi penjualan rokok elektrik dengan aroma buah dan permen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.