Kamera Termografi Mendeteksi Turis yang Terkena Kanker Payudara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis mengetahui terkena kanker payudara secara tak sengaja lewat kamera termografis saat sedang liburan bersama keluarga. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    Turis mengetahui terkena kanker payudara secara tak sengaja lewat kamera termografis saat sedang liburan bersama keluarga. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Bal Gill, 41 tahun, seorang turis, mengetahui kalau dia terkena kanker payudara saat sebuah kamera termografi atau inframerah mendeteksinya secara tak sengaja. Kamera itu dipasang dalam acara pameran di sebuah museum yang dikunjungi Gill dan keluarganya saat sedang liburan pada Mei 2019.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Kamis, 23 Oktober 2019, Gill akhirnya mengunjungi dokter setelah merasa tak nyaman dengan apa yang tertangkap kamera. Ketika itu, saat Gill melangkah ke bagian depan kamera termografi dan terlihat ada bagian di tubuhnya yang menunjukkan suhu panas dan dingin. Seorang petugas museum melihat bagian payudara Gill di kamera itu berwarna kuning.

    "Saya menyadari ada sebuah massa yang muncul di payudara kiri saya. Kami langsung berfikir itu aneh dan melihat orang lain, mereka tidak memiliki kejanggalan seperti yang saya alami," kata Gill, yang menyebut pengalaman ini mengubah hidupnya.

    Ilustrasi kanker payudara (pixabay.com)

    Gill lalu memfoto scan kamera termografis itu dengan ponsel pintarnya dan meminta nasehat dokter setelah pulang ke rumahnya di Slough, wilayah barat London. Dokter pun mendiagnosis kecurigaan Gill itu sebagai tumor.

    Gill lalu melakukan mastektomi. Dia tidak perlu melakukan kemoterapi atau radioterapi setelah operasi lanjutan pada bulan depan.

    Kamera termografi kadang digunakan oleh sejumlah dokter untuk memindai pasien yang mengalami sakit kanker payudara. Namun yayasan Breast Cancer Now mengatakan metode ini tidak seefektif mendeteksi tumor menggunakan mammograms, yakni sejenis X-Ray.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.