Demonstran di Lebanon Tenangkan Bayi yang Terjebak di Unjuk Rasa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran membawa bendera nasional selama protes anti-pemerintah di kota pelabuhan Sidon, Lebanon 19 Oktober 2019. [REUTERS / Ali Hashisho]

    Demonstran membawa bendera nasional selama protes anti-pemerintah di kota pelabuhan Sidon, Lebanon 19 Oktober 2019. [REUTERS / Ali Hashisho]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lagu anak-anak yang sedang populer “Baby Shark” mendadak terdengar di tengah-tengah kerumunan massa yang sedang berunjuk rasa di ibu kota Beirut, Lebanon. Lagu itu dinyanyikan para demonstran untuk menenangkan seorang balita yang terjebak dalam kepungan unjuk rasa bersama ibunya.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Rabu, 23 Oktober 2019, Eliane Jabbour yang sedang menyetir mobil tibat-tiba terkepung massa yang berunjuk rasa di kota Beirut pada akhir pekan lalu. Dia mulai gelisah karena berada di dalam mobil hanya berdua bersama putranya yang masih balita. Putra Jabbour itu duduk di kursi depan dan sedang tidur dengan nyenyak.


    Jabbour lalu berkata pada para demonstran apakah mereka bisa berhenti berteriak karena anaknya yang bernama Robin sedang tidur. Kerumuman massa lalu secara spontan menyanyikan lagi 'Baby Shark', lengkap dengan gaya khas lagu anak-anak itu dan senyum lebar.

    Kejadian ini direkam oleh Jabbour dan dengan cepat menjadi viral di Twitter pada Minggu, 20 Oktober 2019. Dalam video terlihat sekelompok orang berusia 20 tahun-an mengelilingi mobilnya sambil menyanyikan lagu 'Baby Shark'. Robin yang sedang tidur sempat kaget, namun dia segera mencengkram botol susunya. Seorang laki-laki berjanggut terlihat menari keluar-masuk kerumunan yang menyanyikan lagu 'Baby Shark' dengan gerakan ala ikan.

    Unjuk rasa di Lebanon adalah bentuk kemarahan masyarakat atas kondisi ekonomi negara itu, korupsi dan layanan publik. 'Berkumandangnya' lagu anak-anak 'Baby Shark' sejenak meredakan unjuk rasa, gelombang peredaan dan seruan yang menyatukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.