Pentagon Bakal Taruh Pasukan Jaga Ladang Minyak di Suriah?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Turki dan Amerika berdiri di dekat bekas titik militer YPG selama patroli gabungan AS-Turki, dekat Tel Abyad, Suriah, 8 September 2019.REUTERS/Rodi Said

    Tentara Turki dan Amerika berdiri di dekat bekas titik militer YPG selama patroli gabungan AS-Turki, dekat Tel Abyad, Suriah, 8 September 2019.REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CODohuk – Pentagon mempertimbangkan untuk mempertahankan sejumlah pasukan Amerika Serikat di ladang minyak di Suriah timur laut bersama pasukan milisi Kurdi yaitu Pasukan Demokratik Suriah atau SDF.

    Menteri Pertahanan AS, Mark Esper mengatakan ini dilakukan untuk menjaga kilang minyak itu dari penguasaan kelompok teroris ISIS.

    “Kami saat ini ada sejumlah pasukan di beberapa kota yang lokasinya dekat dengan area itu,” kata Esper seperti dilansir Reuters pada Senin, 21 Oktober 2019.

    Esper mengatakan pasukan itu bakal ditempatkan di dekat lokasi lapangan minyak agar kelompok ISIS tidak bisa menguasainya dan mendapat sumber penghasilan. Dia mengatakan jumlah pasukan yang akan tetap ditaruh di sana belum diketahui.

    Ada kabar, seperti dirilis New York Times dan dikutip Reuters, bahwa Pentagon bakal menaruh sekitar 200 orang pasukan di Suriah timur, yang berbatasan dengan Irak.

    Sejumlah pasukan AS telah mulai ditarik dari Suriah timur laut dan ditempatkan di Irak sejak pekan lalu.

    Ini sesuai perintah Presiden AS, Donald Trump, yang memutuskan menarik pasukan dengan alasan mengakhiri perang tak berkesudahan, yang melibatkan militer AS di sejumlah negara.

    Keputusan Trump ini membuka peluang bagi militer Turki untuk menginvasi lebih dalam ke wilayah Suriah dari perbatasan selatan sejauh sekitar tiga puluh kilometer.

    Turki beralasan ini dilakukan untuk membangun zona aman sebagai tempat relokasi pengungsi asal Suriah, yang jumlahnya mencapai sekitar dua juta orang di Turki.

    Militer juga beralasan lokasi di Suriah utara itu menjadi basis bagi pasukan milisi Kurdi YPG, yang dinilai masih terkait dengan kelompok separatis PKK. Kelompok PKK ini dicap teroris karena menempuh jalur kekerasan untuk memisahkan diri dari Turki.

    AS mempertimbangkan masih bakal menempatkan sebagian dari pasukannya di Suriah utara bersama pasukan SDF, yang komponen utamanya berasal dari YPG. Selama ini, pasukan AS dan YPG berperang melawan kelompok teroris ISIS, yang sempat menguasai wilayah di Suriah utara termasuk sejumlah lapangan minyak.

    Sekitar 100 kendaraan dari pasukan AS melintas ke Irak pada Senin pagi dari wilayah Suriah utara saat berlangsungnya gencatan senjata lima hari yang berakhir pada Selasa ini.

    Gencatan senjata ini disponsori oleh Amerika dan Turki untuk memberi kesempatan bagi pasukan YPG menarik diri dari zona aman, yang dibuat militer Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.