Polisi - Demonstran Hong Kong saling Lempar Bom dan Gas Air Mata

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja kantor anti-pemerintah mengenakan topeng menghadiri protes waktu makan siang, di Central, di Hong Kong, Cina, 4 Oktober 2019. Demonstran anti-pemerintah yang bertopeng disebut menodai perayaan Hari Nasional China pada Selasa kemarin, dengan merusak fasilitas umum di seluruh Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu

    Pekerja kantor anti-pemerintah mengenakan topeng menghadiri protes waktu makan siang, di Central, di Hong Kong, Cina, 4 Oktober 2019. Demonstran anti-pemerintah yang bertopeng disebut menodai perayaan Hari Nasional China pada Selasa kemarin, dengan merusak fasilitas umum di seluruh Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COHong Kong – Polisi Hong Kong dan demonstran saling melemparkan gas air mata dan bom bensin pada demonstrasi tanpa izin anti-pemerintah, yang diikuti puluhan ribu warga.

    Demonstrasi pada Ahad, 20 Oktober 2019 itu berlangsung rusuh dengan ratusan toko dirusak dan kantor perwakilan bank dari Cina serta stasiun kereta api menjadi sasaran perusakan pengunjuk rasa.

    “Setelah sempat tenang selama dua pekan, demonstrasi besar-besaran hari ini menunjukkan demonstran tidak kehilangan dukungan publik,” begitu dilansir Channel News Asia pada Ahad, 20 Oktober 2019.

    Kelompok demonstran garis keras kembali bentrok dengan polisi pada demonstrasi kali ini. Mereka mengenakan pakaian hitam dan mendirikan barikade di jalan Nathan Road, yang merupakan jalan utama di area pusat perbelanjaan di Distrik Kowloon.

    Bentrok terjadi saat petugas mulai maju dengan tameng dan pakaian anti-huru hara untuk membubarkan massa yang memasang barikade di jalan. Sebagian petugas lain mulai menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

    Massa demonstran juga melemparkan bom bensin di dekat area Tsim Sha Tsui dekat kantor polisi. Ini terjadi setelah petugas berupaya membubarkan massa yang berkumpul dengan menembakkan gas air mata.

    Polisi juga menembakkan water canon dengan air berwarna biru. Warna ini digunakan untuk menandai warga yang ikut unjuk rasa. Ratusan demonstran terlihat lari kocar-kacir menghindari semprotan ini.

    Belasan mobil van polisi turun ke Nathan Road bersama mobil water canon. Polisi menyemprotkan water canon berulang kali. Sebagian demonstran Hong Kong yang terkena terlihat batu-batuk. Ini mengindikasikan polisi kemungkinan mencampur zat kimia tertentu di dalam air semprotan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.