Amerika Pindahkan Pasukan dari Suriah ke Irak

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara AS dan tentara Irak menaiki helikopter Super Stallion Korps Marinir CH-53 selama latihan muatan statis untuk mempersiapkan misi mendatang di Camp Ramadi, Irak, 15 November 2009.[Daily Sabah]

    Tentara AS dan tentara Irak menaiki helikopter Super Stallion Korps Marinir CH-53 selama latihan muatan statis untuk mempersiapkan misi mendatang di Camp Ramadi, Irak, 15 November 2009.[Daily Sabah]

    TEMPO.COWashington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, mengatakan sekitar seribu tentara dari Suriah utara bakal dipindahkan ke Iran barat untuk melanjutkan perang melawan kelompok militan ISIS.

    “AS melanjutkan penarikan pasukan dari Suriah utara. Kita bicara dalam hitungan pekan bukan hari,” kata Esper kepada media seperti dilansir Reuters pada Senin, 20 Oktober 2019.

    AS menarik pasukan dari Suriah utara, yang selama ini menjadi lokasi untuk berperang bersama pasukan Kurdi melawan kelompok teror ISIS.

    Turki memanfaatkan ini dengan menggelar invasi terhadap sekitar 30 kilometer wilayah Suriah utara untuk mengusir pasukan YPG dari Kurdi. Turki menuding pasukan YPG ini sebagai kelompok teroris terkait dengan kelompok Kurdi PKK.

    Pada Kamis pekan ini, Turki menyepakati usulan AS untuk menggelar gencatan senjata selama lima hari. Ini untuk memberikan waktu kepada pasukan Kurdi agar menarik diri dari zona aman di perbatasan utara Suriah, menjauh dari perbatasan selatan Turki.

    “Strategi saat ini adalah menarik pasukan itu ke Irak barat,” kata Esper. Pasukan AS ini bakal ditugasi untuk mempertahankan Irak dari serangan kelompok ISIS.

    Seorang pejabat militer AS mengatakan situasi saat ini relatif cair sehingga rencana bisa berubah.

    Perpindahan pasukan AS ke Irak ini bakal menimbulkan perhatian besar karena Baghdad mendapat pengaruh besar dari Iran.

    Sumber Reuters mengatakan belum jelas apakah Irak akan menjadi basis bagi pasukan AS untuk menyerang ISIS di Suriah utara. Saat ini, ada 5 ribu pasukan AS di Irak.

    Saat ini, Irak sedang menghadapi masalah krisis ekonomi dan politik karena adanya protes massal masyarakat terkait lapangan pekerjaan. Sekitar 6 ribu orang terluka sejak demonstrasi terjadi pada 1 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.