Biar Tak Menyontek, Mahasiswa Diminta Pakai Kardus Saat Ujian

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar di kota Karnataka, India, menggunakan kardus agar tidak mencontek saat ujian. Sumber: Rediff.com

    Para pelajar di kota Karnataka, India, menggunakan kardus agar tidak mencontek saat ujian. Sumber: Rediff.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di sebuah kampus swasta di Karnataka, India, pada Jumat, 18 Oktober 2019. Para mahasiwa diminta memakai kardus di kapal mereka selama ujian berlangsung agar tidak bisa menyontek.

    Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan para mahasiswa di Bhagat Pre-University College di Haveri, Karnataka, terlihat duduk dalam sebuah kelas dengan kepala ditutup kardus. Mereka sibuk menulis lembar ujian dalam ujian tengah semester. 

    Dikutip dari ndtv.com, Sabtu, 19 Oktober 2019, pihak kampus dikritik atas tindakan ini. Komentar yang muncul di media sosial mempertanyakan efektifitas jika tindakan ini benar-benar bisa membuat jera mahasiswa yang mencontek.

    Menteri Pendidikan negara bagian Karnataka, S.Suresh Kumar, juga bereaksi atas laporan ini. Dia mengatakan tindakan ini tidak bisa diterima. Sebab tidak boleh ada yang memperlakukan siapa pun seperti hewan.    

    “Penyimpangan ini akan ditangani dengan tepat,” ujarnya.

    Para pelajar di kota Karnataka, India, menggunakan kardus agar tidak mencontek saat ujian. Sumber: The Asian Age

    Komentar di media sosial pun banyak menyuarakan pandangan serupa seperti diutarakan Kumar. Diantara komentar yang masuk menyebut menutup kepala dengan kardus adalah sebuah hal konyol dan mempermalukan mahasiswa. 

    “Menyontek itu benar sebuah masalah, tetapi bukan seperti ini cara mengatasinya. Siapa pun yang mengizinkan ini boleh dilakukan, harus ditegur,” tulis salah satu pengguna media sosial. 

    Kepala sekolah Bhagat Pre-University College, MB Satish, mengatakan sebuah sekolah lain di Bihar juga pernah melakukan metode serupa demi mengurangi tindakan menyontek saat ujian. Namun sekolah itu menuai pujian di media sosial.

    Untuk itu, pihaknya mencoba meniru kebijakan tersebut demi kualitas mahasiswa yang lebih baik dan tak ingin pandangan para mahasiswa teralihkan dengan situasi di luar kardus. Ini adalah tindakan yang pertama kali dilakukan oleh kampus itu dan mereka pun menerima masukan positif dan negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.