Istri di India Membunuh Suami dan Keluarganya dengan Sianida

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jolly Joseph, 47 tahun. sumber: scmp.com

    Jolly Joseph, 47 tahun. sumber: scmp.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang istri di India dituduh membunuh suami dan mertua serta anggota keluarga lain, dengan sianida yang dicampur ke sup, makanan ringan dan minuman herbal mereka. Kepolisian mengatakan terduga pelaku yang bernama Jolly Joseph, 47 tahun, melakukan serangkaian pembunuhan itu perlahan-lahan dengan tujuan mewarisi uang dan sebuah rumah.

    Dikutp dari mirror.co.uk, Sabtu, 19 Oktober 2019, terduga pelaku telah membunuh ibu mertuanya Annamma Thomas, 57 tahun pada 2002, ayah mertuanya Tom Thomas, 66 tahun pada in 2008 dan suami pertamanya Roy Thomas, 40 tahun pada 2011.

    Jolly Joseph, ditutup kerudung merah. Sumber: ANI/gulfnews.com

    Terduga pelaku juga mengaku telah membunuh paman suaminya yang bernama Mathew Manjadiyil, 67 tahun pada 2014, sepupu suaminya Sily Shaju, 44 tahun pada 2016 dan anak Shaju yang masih berumur dua tahun pada 2014. Atas serangkaian pembunuhan ini, media lokal menjuluki Jolly sebagai ‘black widow’, sedangkan di desanya Koodathayai, Kerala, Jolly dijuluki Jolly si pembunuh.

    “Saya berdoa akan ada keadilan untuk keluarga saya,” kata Renji Thomas, adik suami Jolly.  

    Kepolisian mengatakan telah menyita sebuah botol yang diduga mengandung sianida yang dipakai untuk membunuh anggota keluarga. Botol itu ditemukan di dapur.

    Sejumlah detektif menyebut Jolly mengklaim dia sering membawa sianida dalam tasnya dan membuat perencanaan yang cermat dalam menjalankan setiap aksi pembunuhan. Penduduk desa Koodathayai mempertanyakan apakah polisi seharusnya bisa menghentikan pembunuhan ini lebih awal dan mencegah korban-korban lainnya.

    Tindak kejahatan Jolly terungkap setelah Rojo Thomas, kakak suami pertamanya, mendesak polisi agar membuka sebuah investigasi terkait serangkaian kematian yang membuatnya sangat curiga. Dalam persidangan Sabtu, 19 Oktober 2019, Jolly dihadapkan pada enam dakwaan pembunuhan berencana. Dua laki-laki yang diduga mensuplai sianida juga ditahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.