UNAMA: 2.563 Warga Sipil Tewas di Afganistan dalam 9 Bulan Ini

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak dievakuasi setelah ledakan di masjid di distrik Haska Mina, provinsi Nangarhar, Afganistan saat salat Jumat kemarin. Sedikitnya 62 orang tewas dan 100 orang terluka. [AL JAZEERA]

    Seorang anak dievakuasi setelah ledakan di masjid di distrik Haska Mina, provinsi Nangarhar, Afganistan saat salat Jumat kemarin. Sedikitnya 62 orang tewas dan 100 orang terluka. [AL JAZEERA]

    TEMPO.CO, Jakarta -UNAMA, Badan PBB untuk misi membantu pemulihan Afganistan, merilis data  tentang jumlah warga sipil yang tewas dalam sembilan bulan terakhir di tahun 2019 mencapai 2.563 orang tewas dan lebih dari 5.676 orang terluka.

    Dalam periode itu, menurut UNAMA, unsur pemerintah bertanggung jawab atas lebih dari 5 ribu warga sipil yang menjadi korban kekerasan. Jumlah ini merupakan 65 persen dari total warga sipil yang menjadi korban pada periode sembilan bulan terakhir di tahun 2019.

    UNAMA kemudian merinci bahwa kecenderungan kroban yang tewas maupun terluka adalah perempuan dan anak-anak. Persentase mencapai 41 persen dari seluruh warga sipil yang terluka maupun tewas di Afganistan.

    Berdasarkan laporan UNAMA yang telah dirilis itu, Tadamichi Yamamoto sebagai sekretaris jenderal perwakilan khusus untuk Afganistan mendesak seluruh pihak untuk menghindari mencederai warga sipil.

    "Mencelakai warga sipil sepenuhnya tidak dapat diterima, khususnya dalam konteks pengakuan luas bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik di Afganistan," kata Yamamoto, seperti dikutip dari NPR.

    Ledakan di masjid di distrik Haska Mena, provinsi Nangarhar, Afganistan menambah panjang daftar korban tewas maupun terluka.

    Sekretaris Jenderal PBB Antoniou Guterres mengutuk keras serangan yang terjadi di dalam masjid di Afganistan saat umat Muslim melakukan salat Jumat kemarin. Guterres meminta pelaku dimintai pertanggungjawaban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.