Listrik Padam, Wakil Presiden Afrika Selatan Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Afrika Selatan. Sumber: aa.com.tr

    Ilustrasi bendera Afrika Selatan. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Afrika Selatan, David Mabuza, pada Kamis malam, 17 Oktober 2019, meminta maaf kepada masyarakat negara itu yang terkena dampak listrik padam. Kejadian mati listrik ini telah berpengaruh pada sektor bisnis dan para pelajar yang sedang ujian nasional.

    "Atas nama pemerintah, saya memohon maaf kepada seluruh sektor bisnis dan pelajar yang kesulitan saat mengisi lembar ujian karena kondisi yang tidak nyaman," kata Mabuza di Dewan Nasional, seperti dikutip dari aa.com.tr, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Sebelumnya pada Rabu, 16 Oktober 2019, Eskom, sebuah BUMN tenaga listrik, mulai memberlakukan pemutusan arus listrik menyusul dilakukannya penambahan beban. Pemutusan arus listrik ini membuat banyak sektor bisnis lumpuh dan berdampak pada para pelajar yang sedang ujian nasional.

    Eskom menjelaskan pemutusan listrik dilakukan karena ada sejumlah gangguan di beberapa unit pembangkit tenaga listrik dan naiknya konsumsi listrik. Walhasil, listrik akan padam di beberapa wilayah di Afrika Selatan selama tiga sampai empat jam lebih atau sekitar pukul 9 pagi sampai 11 malam.

    "Kami sedang menyelesaikan masalah yang terjadi yang berdampak pada Eskom dan kami ingin memastikan masyarakat Afrika Selatan kita akan kembali ke aktivitas normal," kata Mabuza.

    Kapasitas listrik Eskom pada tahun lalu sebesar 47,000 megawatts, namun telah dikurangi menjadi 35,000 megawatts. Pengurangan dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur yang sudah menua sehingga beberapa unit pembangkit tenaga listrik berhenti beroperasi.

    Eskom mensuplai 95 persen kebutuhan listrik masyarakat Afrika Selatan. Pemadaman listrik akan berlangsung sampai Jumat, 25 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.