Apa Saja Poin Proposal Brexit Boris Johnson yang Baru?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Jessica Taylor/Handout via REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Jessica Taylor/Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Boris Johnson dengan Uni Eropa telah menyepakati 64 halaman revisi perjanjian baru Brexit.

    Setelah berhari-hari bernegosiasi, dokumen-dokumen tersebut memamerkan bagaimana kesepakatan Johnson berbeda dari yang dicapai pendahulunya, Theresa May, yang berakhir dengan serangkaian kekalahan yang memalukan di Parlemen Inggris.

    Menurut laporan New York Times, 18 Oktober 2019, ini adalah penentuan apakah kesepakatan Johnson mengalami nasib yang sama dengan Theresa May.

    Perbatasan Irlandia jadi pengahalang terbesar

    Bagi Inggris, bagian tersulit meninggalkan Uni Eropa telah terbukti sebagai perbatasan Irlandia, garis tak terlihat antara Irlandia Utara yang merupakan bagian Inggris dan Republik Irlandia yang merupakan bagian dari Uni Eropa.
    Sejak berdiri, perbatasan tidak tersentuh oleh pos pabean maupun pemerikan fisik karena kedua wilayah bagian dari Uni Eropa, berada di pabean dan pasar tunggal yang sama.

    Theresa May memiliki solusi yang disebut sebagai backstop. Solusi ini membuat seluruh Inggris tetap berada di serikat pabean Eropa mungkin tanpa ada batas waktu dan memaksa untuk memberlakukan tarif yang sama dengan negara-negara Eropa lainnya. Dan ini mengharuskan Irlandia Utara untuk lebih dekat dengan aturan pasar tunggal Eropa.

    Backstop bagi Brexit garis keras adalah hal yang tidak benar, juga anggota parlemen Irlandia Utara yang sangat peduli tentang ikatan Inggris dan Irlandia Utara dan membenci segala perbedaan dalam aturan perdagangan antara keduanya. Sehingga Johnson mencoba mencari solusi lain, yaitu menghentikan backstop tetapi memakai versi berbeda dari beberapa fitur yang paling kontroversial.

    Apa rencana pengganti Backstop?

    Rencana Johnson yang belum disebutkan namanya akan menarik seluruh Inggris Raya dari serikat pabean Eropa. Ini merupakan kemenangan besar bagi Brexit yang mana membuka jalan ke Inggris untuk mencapai sendiri kesepakatan dagangnya, termasuk dengan AS. Hal ini juga diharapkan untuk menghilangkan serikat pekerja di Irlandia Utara yang secara hukum bagian dari wilayah pabean Inggris.

    Untuk menghindari pengecekan pada barang-barang dari Irlandia Utara ke Republik Irlandia adalah dengan menerapkan aturan dan prosedur tarif Uni Eropa bagi Irlandia Utara. Sama dengan yang dilakukan Republik Irlandia.
    Kesepakatan Johnson juga membuat Irlandia Utara selaras dengan aturan pasar tunggal Eropa berkaitan dengan produk industri dan barang pertanian.

    Dalam praktiknya Inggris harus menempatkan perbatasan di Laut Irlandia dan memaksa pemeriksaan peraturan dan bea cukai untuk barang-barang yang lewat dari Inggris ke Irlandia Utara. Menurut analisis, ini akan menciptakan pemisah antara bagian yang berbeda dari Inggris dan tidak akan disetujui oleh Perdana Menteri menurut May.

    Johnson mencoba untuk mengurangi dampak perbatasan Laut Irlandia dengan sistem rabat untuk menangkal tarif Uni Eropa yang lebih tinggi.
    Sejauh ini, sistem pemeriksaan baru ini tebukti berat bagi pembuat undang-undang serikat buruh Irlandia Utara yang sudah menolak kesepakatan Johnson dan akhirnya bisa membatalkannya.

    Bagaimana dengan rencana yang baru?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.