Pertama Kali, Warga Singapura Dipenjara Atas Dakwaan Donasi ISIS

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah hajatan pernikahan yang menewaskan 63 orang. Sumber: REUTERS/Mohammad Ismail

    ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah hajatan pernikahan yang menewaskan 63 orang. Sumber: REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta - Pria warga Singapura dijebloskan ke penjara setelah terbukti memberikan donasi  kepada ulama ISIS, organisasi teroris internasional, sebesar US$ 840 atau setara dengan Rp 11,8 juta.

    Ahmed Hussein Abdul Kadir Sheik Uduman dihukum penjara selama 2,5 tahun dan menjadi warga Singapura pertama yang dipenjara dengan dakwaan mendanai teroris.

    Menurut dokumen pengadilan sebagaimana dilansir dari South China Morning Post, 18 Oktober 2019, Hussein mengakui telah mengirim uang ke ulama ISIS, Sheikh Abdullah al-Faisal yang tinggal di Jamaika.

    Hussein yang disebut memberi dukungan kepada ISIS di Suriah dan Irak, mengenal Faisal setelah menonton video di saluran YouTube. Di video itu, Faisal menyerukan dukungan terhadap ISIS.

    Faisal pernah dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun di Inggris setelah menyerukan untuk membunuh non-Muslim. Dia kemudian dideportasi ke Jamaika setelah menjalani 4 tahun hukuman.

    Hussein ditangkap pada Juli 2018 berdasarkan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri Singapura, yang membolehkan menahan seorang tersangka teroris maksimal 2 tahun tanpa diadili terlebih dahulu.

    Hukuman yang dijatuhkan kepada warga Singapura ini disebut untuk memberi pesan kuat kepada orang-orang seperti Hussein yang memberikan dukungan dana kepada teroris ISIS akan dijatuhi hukuman berat tanpa kompromi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.