Fotografer Raih Penghargaan karena Memotret Marmot yang Kaget

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang dipotret Yongqing Bao tentang rubah Tibet dan seekor marmut di Pegunungan Qilian di Cina memenangkan penghargaan pada kontes Wildlife Photographer of the Year tahun ini.[Yongqing Bao/Wildlife Photographer of the Year/New York Times]

    Foto yang dipotret Yongqing Bao tentang rubah Tibet dan seekor marmut di Pegunungan Qilian di Cina memenangkan penghargaan pada kontes Wildlife Photographer of the Year tahun ini.[Yongqing Bao/Wildlife Photographer of the Year/New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang fotografer berhasil menangkap momen lucu seekor marmot yang kaget ketika didekati rubah Tibet.

    Fotografer asal Cina, Yongqing Bao, menjadi fotografer alam liar yang berhasil menerima penghargaan tahun ini di Museum Sejarah Alam di London usai foto yang berjudul "The Moment" ini terpilih sebagai foto terbaik Wildlife Photographer of the Year.

    Foto yang berhasil mendokumentasikan kelucuan dan kengerian alam ini memperlihatkan seekor rubah Tibet yang akan menerkam seekor marmot yang tampak sangat terkejut. Hal ini menyebabkan salah satu dari 19 foto yang masuk daftar penghargaan ini menyebar luas secara online tepat setelah pengumuman penghargaan pada Selasa 15 Oktober 2019.

    Meski foto ini memberikan ketenaran kepada marmot selama 15 menit, namun hewan pengerat ini tidak selamat dari serangan rubah. "Saya dapat mengkonfirmasi bahwa sayangnya marmot tidak selamat," kata Zoe Summers, juru bicara muselum melalui e-mail. Museum sendiri menggambarkan foto tersebut mampu menangkap drama dan intensitas alam.

    "Secara fotografis, ini adalah saat yang tepat," kata Roz Kidman Cox, ketua juri yang juga merupakan mantan editor BBC Widlife Magazine seperti dikutip New York Times, 18 Oktober 2019.

    Cox mengatakan bahwa foto yang diambil oleh Yongqing yang merupakan penduduk asli provinsi Qianghai, Cina, merupakan salah satu dari gambar satwa liar yang muncul dari Dataran Tinggi Tibet, yang lebih dikenal Dataran Tinggi Qinghai-Tibet. Dan foto dari dataran ini cukup langka untuk diabadikan.

    Foto "Night Glow" oleh Cruz Erdmann dari Selandia Baru.[Cruz Erdmann/Wildlife Photographer of the Year/New York Times]

    Terdapat satu foto lain yang juga disoroti oleh museum ini, yaitu foto yang diambil oleh Cruz Erdmann, yang masih berusia 14 tahun. Ia dinobatkan sebagai fotografer muda satwa liar tahun ini berkat fotonya tentang cumi-cumi karang sirip warna-warni.

    Erdmann merupakan warga Selandia Baru yang lahir dan besar di Bali. Ia menemukan cumi-cumi ini ketika menyelam bersama ayahnya di Selat Lembeh di lepas Pulau Indonesia, Sulawesi Tenggara.

    The Bosboom, salah satu juri mengatakan untuk memotret cumi-cumi dalam keadaan gelap gulita sehingga bisa menghasilkan foto yang elegan, diperlukan keterampilan yang banyak.

    "Sungguh prestasi yang mengagumkan bagi seorang fotografer muda," The Bosboom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.