Pesawat Canggih Angkatan Laut Amerika Rusak Gara-gara Burung

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat canggih E-6B Mercury rusak gara-gara seekor burung. Sumber: Staff Sgt. Jacob Skovo/rt.com

    Pesawat canggih E-6B Mercury rusak gara-gara seekor burung. Sumber: Staff Sgt. Jacob Skovo/rt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah jet tempur milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang dirancang sebagai pusat komando dalam sebuah perang nuklir terpaksa harus dikandangkan gara-gara seekor burung. Burung itu masuk ke tersedot dalam mesin pesawat hingga pesawat mengalami kerusakan senilai US$ 2 juta atau sekitar Rp 28 miliar.

    Dikutip dari rt.com, Jumat, 18 Oktober 2019, kejadian ini terjadi saat jet tempur tersebut melakukan uji coba terbang di stasiun udara Angkatan Laut Sungai Patuxent di Maryland, Amerika Serikat, pada bulan ini. Rusaknya pesawat menjadi pukulan telak bagi komisi Angkatan Laut Amerika Serikat.

    Pesawat yang dinamai E-6B Mercury itu sekarang dikandangkan setelah seekor burung yang spesiesnya tidak dipublikasi tersedot dan tersangkut dalam satu dari empat mesin pesawat. Ketika itu, pesawat sedang melakukan latihan terbang dan mendarat, namun tiba-tiba insiden pun terjadi.

    Kerusakan ini menyebabkan pihak Angkatan Laut harus merogoh kocek lebih dari Rp 28 miliar untuk membeli mesin pengganti secara keseluruhan. Sedangkan burung tersebut hanya mengalami cidera ringan.

    Burung besi E-6B Mercury dirancang sebagai komando dan pos pengendali jika terjadi sebuah perang nuklir. Pesawat itu akan menghubungkan dengan sejumlah kapal selam, pesawat Air Force pengebom dan presiden ICBM dan Kepala Pentagon.

    Kejadian yang dialami E-6B Mercury ini sebelumnya dialami juga oleh sebuah jet tempur lainnya milik Amerika Serikat pada Februari 2019. Kerusakan telah menimbulkan kerugian US$ 141 juta atau Rp 1,2 triliun. Investigasi terhadap serangan burung sedang berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.